Friday, 06 December 2019

Dijadikan Tersangka oleh Mabes Polri

Prabowo Minta Ustad Bachtiar Nasir Ikuti Prosedur Hukum

Selasa, 7 Mei 2019 — 22:25 WIB
Bachtiar Nasir. (yendhi)

Bachtiar Nasir. (yendhi)

JAKARTA– Sebelum menjalani pemeriksaan di Mabes Polri, Rabu (8/5/2019), mantan Ketua GNPF MUI, Ustad Bachtiar Nasir, menemui Prabowo di kediamannya di Jalan Kartanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019).

Bachtiar Nasir rupanya ingin meminta pendapat kepada calon presiden yang memang dia didukung. Dan kepada Bachtiar Nasir yang dijadikan tersangka kasus pencucian uang itu Prabowo memberi pesan agar mengikuti prosedur yang berlaku.

“Prabowo sampaikan ikuti prosedur hukum. Kalau memang tidak merasa bersalah, ikuti. Mudah-mudahan tidak ada masalah karena aparat juga pasti tahulah, mana menetapkan kesalahan, mana bukan kesalahan,” ujar Yusuf Martak kepada wartawan yang ikut mendampingi Bachtiar Nasir di depan kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019) malam usai pertemuan.

Seperti diketahui, mantan Ketua GNPF MUI, Ustad Bachtiar Nasir Rabu (7/5/2019) akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait dana Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) tahun 2017.

Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetya mengatakan, kasus dana YKUS 2017 tersebut dibuka kembali lantaran pada periode itu tengah berlangsung tahun politik.

Penyidik, dalam perkara ini, sudah bekerja dengan profesional dengan memiliki bukti kuat sebelum menetapkan Bachtiar sebagai tersangka.

“Menetapkan tersangka minimal ada dua alat bukti, berarti dua alat bukti sudah dikantongi penyidik, ini secara teknis. Kalau misalkan nanti penahanan, cukup bukti dua alat bukti dulu yang besok diklarifikasi dalam pemeriksaan tersebut,” kata Brigjen Dedi, Selasa (6/5).

Dedi mengatakan, agenda pemeriksaan yang dijadwalkan, pada Rabu (8/5), besok merupakan pemeriksaan perdananya setelah berstatus tersangka.

Rencananya Bachtiar Nasir diperiksa diseputar dugaan TPPU lewat rekening milik YKUS. “Kalau untuk diperiksa sebagai tersangka, baru ini ya pertama kali,” ucap Dedi.

Menurutnya, Bachtiar pernah diperiksa tahun 2017 terkait kasus tersebut. Namun, kata Dedi, saat itu status Bachtiar masih sebagai saksi. “Tahun 2017 sudah pernah juga tim penyidik memanggil yang bersangkutan tapi dalam kapasitasnya sebagai saksi,” pungkasnya.

Dedi enggan berkomentar saat disinggung apakah mantan Ketua GNPF MUI itu akan ditahan atau tidak seusai menjalani pemeriksaan. “Itu kewenangan penyidik, penahanan itu dilakukan jika dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri, mengulangi perbuatannya atau menghilangkan barang bukti,” tukasnya.
Kasus dugaan TPPU YKUS polisi menduga ada aliran dana dari Bachtiar Nasir, yang merupakan Ketua GNPF MUI, ke Turki. Padahal dana yang dikumpulkan di rekening YKUS untuk donasi Aksi Bela Islam 411 dan 212 di akhir tahun 2016. Diduga dana tersebut diselewengkan. (b)