Wednesday, 23 October 2019

Kuasa Hukum Bachtiar Nasir Minta Pemeriksaan Ditunda

Rabu, 8 Mei 2019 — 15:13 WIB
Bachtiar Nasir, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa. (yendhi)

Bachtiar Nasir, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa. (yendhi)

JAKARTA – Kuasa Hukum Bachtiar Nasir, Aziz Yanuar, mendatangi Bareskrim Polri guna menyampaikan permohonan penundaan pemeriksaan terhadap kliemnya tersebut.

Aziz mengatakan, padatnya agenda sang klien menjadi alasan ketidakhadiran Bachtiar dalam pemeriksaan perdananya sebagai saksi dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dana Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) hari ini. Oleh karena itu, pihaknya meminta penyidik agar menjadwalkan kembali pemeriksaan itu.

(BACA: Mangkir dari Panggilan Polisi, Pengacara: Bachtiar Nasir Ada Kesibukan)

“Beliau (Bachtiar) tadi minta maaf nggak bisa datang. Kami sudah komunikasi sama penyidik minta dijadwal ulang, karena bulan Ramadhan ya jadi ada kegiatan dan janji yang sudah harus dipenuhi oleh beliau. Makanya tadi untuk pertimbangan itu, kita minta di reschedule,” ujar Aziz ditemui di Bareksrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/5/2019) siang.

(BACA: Kuasa Hukum Belum Dapat Pastikan Bachtiar Nasir Penuhi Panggilan Polisi)

Ia mengatakan, selama Ramadhan ini mantan Ketua GNPF MUI itu sibuk mengisi pengajian dan dakwah. Sehingga diharapkan pemeriksaan dapat dilakukan seusai bulan Ramadan. Namun, ia mengaku belum mengetahui kapan penyidik akan melayangkan panggilan kedua kepada kliennya tersebut.

“Ya harapannya selepas bulan Ramadhan, karena ini (agenda Bachtiar) padat. Cuma nanti kita lihat kebijaksaan dari pihak kepolisian (seperti apa),” terangnya.

Sementara itu, sebelumnya Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kalau pihaknya sudah menyiapkan surat panggilan kedua bagi Bachtiar. Rencananya, surat panggilan kedua ini dilayangkan pekan depan. Menanggapi hal tersebut, Aziz mengungkapkan kalau kemungkinan kliennya akan kembali absen jika surat panggilan kedua dilayangkan pekan depan.

“Sepertinya kita masih belum bisa penuhi. Di suratnya sudah jelas bahwa kita tidak mengemukakan tanggal nantinya pasti,” pungkas Aziz.

Diketahui, Bachtiar mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp3 miliar di rekening YKUS yang disebutnya digunakan untuk Aksi 212, membantu korban gempa Pidie Jaya, Aceh, banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Namun polisi mengindikasikan ada pencucian uang dalam aliran dana dari yayasan itu. (cw2/mb)