Friday, 22 November 2019

Kuasa Hukum Belum Dapat Pastikan Bachtiar Nasir Penuhi Panggilan Polisi

Rabu, 8 Mei 2019 — 12:21 WIB
Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir. (ikbal)

Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir. (ikbal)

JAKARTA – Kuasa Hukum Bachtiar Nasir, Azis Yanuar, mengaku belum dapat memastikan apakah kliennya akan memenuhi panggilan polisi untuk melakukan pemeriksaan di Bareskrim Polri. Seperti diketahui, Bachtiar Nasir menjadi tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sebelumnya, Bachtiar Nasir diagendakan pemeriksaan sebagai tersangka oleh penyidik Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri pada Rabu (8/5/2019) pukul 10.00 WIB. Namun, hingga pukul 11.30 WIB, mantan Ketua GNPF MUI itu belum juga hadir.

“(Hari ini datang pemeriksaan ga?) Nah ini kita bahas ini. Belum tau (akan datang jam berapa),” ujar Aziz ketika dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, agenda pemeriksaan hari ini ialah klarifikasi serta memberikan keterangan tambahan yang dibutuhkan oleh penyidik terkait kasus TPPU tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, jika Bactiar Nasir tidak dapat memenuhi panggilan pertama, makan akan disiapkan surat panggilan kedua. “Kalau tidak datang juga, sudah dipersiapkan surat panggilan kedua terhadap UBN,” jelas Dedi.

Diketahui, Bachtiar mengelola dana sumbangan mnasyarakat sekitar Rp3 miliar di rekening YKUS, yang disebutnya digunakan untuk Aksi 212, membantu korvan gempa Pidie Jaya, Aceh, banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Namun, polisi mengindikasikan ada pencucian uang dalam aliran dana dari yayasan itu.

Namun, kubu Bachtiar Nasir bolak-balik membantah pencucian uang ini. Kapitra Ampera yang pada 2017 pernah menjadi pengacara Bachtiar Nasir mengatakan, tidak ada uang yayasan atau donasi dari masyarakat yang digunakan oleh kliennya secara pribadi. (cw2/mb)