Tuesday, 12 November 2019

Aksi Massa Tak Ubah Hasil Pemilu, KPU: Mending Demonstrasi Data

Jumat, 10 Mei 2019 — 16:37 WIB
Viryan Azis, komisioner KPU. (ikbal)

Viryan Azis, komisioner KPU. (ikbal)

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menilai tudingan kecurangan Pemilu yang disebarkan melalui media sosial tidak akan menyelesaikan masalah. Komisioner KPU, Viryan Azis, mengatakan tudingan kecurangan harus dilakukan dikonfirmasi secara langsung melalui forum yang sudah disediakan, seperti dalam rapat pleno.

“Kalau kecurangan dalam konteks teknis kepemiluan ke KPU, kan berkembang banyak di media sosial. Pernyataan postingan dan penyebaran berbagai informasi tuduhan kecurangan di media sosial itu tidak akan selesaikan masalah,” ujarnya di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019).

“Dugaan-dugaan itu harus dikonfirmasi secara langsung di forum yang memang disediakan, yaitu forum rapat pleno berbuka secara berjenjang,” imbuhnya.

Dia juga menyebut demonstrasi tidak akan menyelesaikan persoalan dugaan kecurangan dan tidak akan mengubah hasil pemilu. Viryan meminta pihak yang menuding kecurangan untuk membeberkan data.

“Jadi kalau mau ada yg demonstrasi massa tidak tepat. Yang lebih tepat sekarang itu yang dibutuhkan demonstrasi data. Demonstrasi massa tidak akan menyelesaikan masalah. Seberapa pun banyak massa yang turun dalam demo-demo tidak akan merubah hasil pemilu kecuali ada data yang didemokan, disampaikan,” terangnya.

Dia menyebut rapat pleno dapat menjadi ajang adu data untuk menentukan adanya praktik kecurangan atau tidak dalam Pemilu 2019. “Demonstrasi data di mana? Dalam rapat pleno terbuka. Di situlah dikonfrontir benar atau tidak. Kalau pernyataan-pernyataan itu kan tidak bisa. Ini kan demokrasi proseduralnya demikian,” pungkas Viryan. (ikbal/yp)