Tuesday, 10 December 2019

Pemerintah Akan Finalkan Penurunan Tarif Tiket Pesawat Senin Ini

Minggu, 12 Mei 2019 — 21:12 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

 

JAKARTA – Masalah penurunan tarif tiket batas atas pesawat udara, pemerintah akan memfinalkannya pada Senin (13/5/2019) ini.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan finalisasi akan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan perwakilan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Diharapkan,  dengan  penurunan tarif batas atas tiket pesawat dari Kementerian Perhubungan bisa langsung disetujui dan ditetapkan hingga bisa berdampak pada penurunan tarif tiket pesawat pada Senin (13/5/2019) ini.

“Pemerintah maunya penurunan tarif batas atas bisa langsung berlaku pada Senin besok agar maskapai dapat segera menurunkan tarif tiket pesawat yang dijualnya pada hari yang sama,” tutur Susiwijono.

Dikatakannya, penurunan tarif tiket pesawat perlu diupayakan secepatnya karena masa mudik Lebaran 2019 sudah semakin dekat, masyarakat ingin cepat akses transportasi untuk kembali ke kampung halamannya dengan tarif tiket yang terjangkau.

Susi mengungkapkan, intervensi yang dilakukan pemerintah terhadap harga tiket pesawat sekarang ini tidak melanggar aturan.  Sebab  pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memiliki fungsi kontrol pada tarif batas atas dan bawah tiket pesawat yang dijual maskapai nasional.

Maskapai harus menghargai intervensi yang dilakukan pemerintah.”Ini bukan intervensi, tapi fungsi kontrol. Undang-undang memperbolehkan. Justru gunanya range (batas tarif) itu agar mereka bisa berkompetisi sendiri dalam range harga yang kami kontrol,” ucap Susi.

Susi memastikan penurunan tariff tiket batas atas, tidak serta merta menekan Garuda Indonesia yang merupakan perusahaan pelat merah  maskapai nasional dengan pelayanan penuh (full service) yang sejatinya memiliki hak untuk memasang tarif yang lebih tinggi dan mendekati tarif batas atas.

Harus diakui, Garuda Indonesia telah memberikan kualitas pelayanan yang memang lebih tinggi ketimbang maskapai lain yang notabenenya merupakan maskapai berbiaya rendah (Low Cost Carrier/LCC).

Sebelumnya, persoalan tingginya tarif tiket pesawat sudah dikeluhkan oleh berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pengusaha, industri, hingga kepala daerah. Pasalnya, tarif tiket pesawat yang tinggi membuat mobilitas, biaya transportasi, hingga kelogistikan tertekan, disamping berdampak turunnya kunjungan wisatawan di sejumlah daerah.  (dwi/win)