Monday, 21 October 2019

Pengancam Penggal Kepala Jokowi Dikenakan Pasal Makar

Minggu, 12 Mei 2019 — 16:45 WIB
HS pengancam Jokowi digelandang ke Polda Metro Jaya. (yendhi)

HS pengancam Jokowi digelandang ke Polda Metro Jaya. (yendhi)

JAKARTA – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil membekuk HS (25) yang viral di media sosial (medsos) karena mengaku akan memenggal kepala presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan itu dia sampaikan saat mengikuti aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2019). Atas ulahnya tersebut, ia diancam dengan tuduhan makar dengan ancaman hukuman mati.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan pelaku diduga telah melakukan tindak pidana kejahatan keamanan negara dengan mengancam presiden Jokowi.

Selain pasal makar, Suherman juga dijerat pasal dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena telah membuat resah di media sosial atas ucapannya.

“Modus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI di media sosial saat sekarang ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 KUHP dan Pasal 27 ayat 4 junto pasal 45 ayat 1 UU RI no 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE,” kata Argo melalui pesan tertulis kepada poskotanews, Minggu (12/5/2019).

Argo mengatakan, pelaku ditangkap jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di perumahan di Parung, Kabupaten Bogor pagi hari ini tanpa perlawanan.

“Kejadian di Depan kantor Bawaslu RI di Jl MH. Thamrin Menteng Jakarta Pusat pada hari Jumat tanggal 10 Mei 2019 sekitar Jam 14.40 WIB,” kata Argo.

Adapun pelaku ditangkap karena mengancam membunuh Jokowi dengan kata-kata ‘Dari Poso nih, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah’.

Berikut bunyi pasal yang menjeratnya adalah :

Pasal 104 KUHP berbunyi: Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun

Pasal 27 Ayat (4) UU ITE Tahun 2008. Pasal 27 Ayat (4) UU ITE Tahun 2008 yang berbunyi “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.” (yendhi/yp)