Wednesday, 16 October 2019

TKN Duga Pengancam Pemenggal Kepala Jokowi Terprovokasi

Minggu, 12 Mei 2019 — 17:47 WIB
Juru Bicara TKN Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily. (ikbal)

Juru Bicara TKN Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily. (ikbal)

JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo – Ma’ruf Amin mengapresiasi kinerja polisi terkait penangkapan terduga pengancam Presiden Jokowi. Juru Bicara TKN Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily mengakui kepolisian bergerak cepat dalam memangani kasus tersebut.

“Kita mengapresiasi polisi yang dalam waktu relatif cepat bisa memangkap pelaku,” ujarnya di Jakarta, Minggu (12/5/2019).

Ace menduga terduga pelaku terprovokasi sehingga berani melontarkan ancaman kepada Presiden Jokowi. Provokasi tersebut, imbuhnya, bisa datang dari orang lain atau dari suasana unjuk rasa.

“Bila kelak terprovokasi orang lain, polisi mesti mengusut orang tersebut. Bila terprovokasi suasana, kita mengimbau pendukung Prabowo untuk tidak menciptakan situasi yang bisa memprovokasi orang melakukan perbuatan melanggar hukum. Unjuk rasa boleh tetapi jangan memprovokasi,” tuturnya.

Meski demikian, politisi Partai Golkar ini tetap meminta polisi memproses pemuda pengancam Presiden Jokowi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sebelumnya pria yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo dan videonya viral di media sosial ditangkap. Terduga pelaku Hermawan Susanto (HS) ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor dan kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan jeratan pasal makar.

“Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI yang sedang viral di media sosial saat sekarang ini sebagaimana dimaksud dalam pasal Pasal 104 KUHP dan Pasal 27 ayat 4 juncto Pasal 45 ayat 1 UU ITE,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Minggu (12/5/2019).

HS diduga melakukan perbuatan itu pada Jumat (10/5/2019)  dalam aksi demo di depan kantor Bawaslu. (ikbal/yp)