Monday, 16 December 2019

Diperiksa Polisi, Kivlan: Saya Hadapi dengan Tenang Sajalah

Senin, 13 Mei 2019 — 13:57 WIB
Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein saat di Mabes Polri. (yendhi)

Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein saat di Mabes Polri. (yendhi)

JAKARTA – Sambangi Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein menyatakan pemanggilannya dalam kapasitas sebagai saksi dalam kasus dugaan makar.

Namun, Kiflan mengaku tidak mengetahui dalam hal ini dirinya akan dijadikan saksi kasus makar siapa. Sementara ia juga dilaporkan seorang bernama Jalaludin atas dugaan penyebaran Hoak dan dugaan makar.

Hal itu disampaikan oleh Kiflan saat tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

“Saya kan belum tahu isinya apa dan disitu saya disebut melaporkan atas nama Jalaludin tapi saya kan tidak tahu hari ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus makar, saya tidak tahu saksi siapa orang yang jadi tersangka. Berarti saya saksi terhadap dia bukan saksi terhadap saya dong,” kata Kiflan.

Bahkan, Kiflan menyebutkan bahwa dalam surat pemanggilannya dia hanya disebutkan sebagai saksi dan tidak dijelaskan untuk kasus siapa. Untuk itu dirinya akan bertanya kepada penyidik dan akan kembali menjelaskan setelah pemeriksaan.

“Saya kan nggak tau, nanti saja setelah diperiksa, semua hal ini saya akan hadapi dengan tidak ada persiapan, saya hanya tau Undang-undang, saya hanya tau peraturan dan saya hadapi dengan tenang sajalah,” ucap Kiflan.

Kivlan sebelumnya dilaporkan ke polisi atas dugaan penyebaran hoax dan dugaan makar oleh Jalaludin. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim.

Perkara yang dilaporkan adalah tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) serta UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15 terhadap keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 juncto Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis juncto Pasal 107. (yendhi/yp)