Tuesday, 19 November 2019

Ketika Guru SD di Sukabumi Ini Dituduh Sebagai Perekam “Penggal Jokowi”

Senin, 13 Mei 2019 — 22:41 WIB
Agnes Kusumahandar, guru SD di Sukabumi saat memberikan klarifikasi

Agnes Kusumahandar, guru SD di Sukabumi saat memberikan klarifikasi

SUKABUMI – Lantaran dianggap mirip sebagai perekam video pria berinisial HS yang mengancam memenggal Joko Widodo, Agnes Kusumahandari terkena getahnya. Guru SDN 1 Citamiang, Kota Sukabumi ini dibully dan diserang habis-habisan oleh warganet di jejaring media sosial.

Merasa tertekan dengan hal itu, guru berstatus PNS ini mendatangi Mapolresta Sukabumi, Minggu (13/5/2019) sekira pukul 23.00 WIB.

Diketahui, ancama HS itu dilakukannya saat demonstrasi di depan kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Mei 2019. Dia ikut dalam aksi yang bertepatan dengan agenda Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melaporkan dugaan kecurangan Pemilihan Umum atau Pemilu 2019 ke Bawaslu RI.

Di hadapan polisi, Agnes tepat hari aksi di depan Kantro Bawaslu Jakarta Pusat itu, ia berada di Sukabumi.

“Di hari itu saya masuk sekolah seperti biasa untuk mengajar anak didik saya. Pada hari yang sama, setelah pulang mengajar sekitar pukul 14.00 WIB sayang melanjutkan berbelanja di salah satu pasar modern di Kota Sukabumi,” bantah Agnes.

Agnes mengaku kaget begitu mengetahui foto viral dan dituduh sebagai wanita yang merekam ujaran ancaman. “Saya datang ke sini dengan sukarela untuk melakukan klarifikasi. Saya secara pribadi tidak akan melapor balik netizen yang telah mencemarkan nama dan harga diri,” ungkapnya.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro menegaskan, setelah adanya klarifikasi ini maka kasus tuduhan atau fitnah yang dilayangkan netizen kepada guru PNS di SDN Citamiang 1 dianggap sudah selesai.

“Kasus ini tetap berlanjut dan sudah dalam tahapan penyidikan di Polda Metro Jaya dan anggota polisi pun masih mencari wanita yang merekam dan menyebarkan video ancaman itu,” pungkasnya. (sule/b)