Wednesday, 16 October 2019

Pemeriksaan Dugaan Suap Kasus Dana Kemah, Ahmad Fanani Datangi Polda Metro Jaya

Senin, 13 Mei 2019 — 14:15 WIB
Mentan bendahara pemuda Muhammadiah Ahmad Fanani, mangkir jalani pemeriksaan. (dok)

Mentan bendahara pemuda Muhammadiah Ahmad Fanani, mangkir jalani pemeriksaan. (dok)

JAKARTA – Panitia Acara Dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia dari Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani mendatang Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Kedatang Fanani diketahui guna menjalani pemeriksaan sebaga saksi dalam kasus dugaan dana kemah, kata Kasubdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) AKBP Bhakti Suhendrawan

“Hari ini alhamdulillah Ahmad Fanani datang untuk pemeriksaan,” ujar Bhakti ketika dikonfirmasi pada Senin (13/5/2019).

Namun bukan hanya Fanani saja yang hadir untuk pemeriksaan lanjutan kasus dugaan dana kemah tersebut.  Ada pula Mantan Sekjen Pemuda Muhammadiyah Putra Batu Bara,  Mantan Sekretaris acara kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia Virgo Sulianto Gohardi, Mantan Bendahara acara kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia Fuji Abdurrohman dan Bendahara kemah dan apel pemuda Islam Indonesia Syahputra.

“(Mereka) datang belum lama, jam 13.00 WIB,” imbuhnya.

Padahal menurut Bhakti, mereka semula meminta untuk diperiksa di atas tanggal 22 Mei 2019. Namun ternyata mereka mengagendakan ulang untuk pemeriksaan tersebut.

“Padahal semula minta habis tanggal 22 Mei,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia diadakan dengan dana APBN Kemenpora tahun anggaran 2017 dan turut melibatkan GP Ansor serta PP Pemuda Muhammadiyah.

Kasus ini pun telah ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh kepolisian. Sebab, ditemukan kerugian negara akibat kasus tersebut.

Terkait kasus tersebut, polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Selain Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar, polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Panitia Acara Dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia dari Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani, Ketua Kegiatan dari GP Ansor Safaruddin, dan Abdul Latif dari Kemenpora. (cw2/tri)