Sunday, 20 October 2019

Ancam Penggal Kepala Jokowi

Pengancam Penggal Kepala Jokowi Diciduk Saat Tidur-Tiduran di Rumah Bude

Senin, 13 Mei 2019 — 12:53 WIB
Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary (kiri), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) dalam keterangan pers terkait pria yang menyerukan akan memenggal kepala Presiden Jokowi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan (cw2)

Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary (kiri), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) dalam keterangan pers terkait pria yang menyerukan akan memenggal kepala Presiden Jokowi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan (cw2)

JAKARTA – Wakil Direktur (Wadir) Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan, tersangka HS diciduk polisi ketika tengah bersantai di kediaman tantenya.

“Saat penangkapan, HS (tengah berada) di rumah budhenya sedang tidur-tiduran. Yang bersangkutan melarikan diri setelah sebelumnya mengetahui apa yang disampaikan (melalui video) viral,” ujar Ade dalam keterangan persnya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Senin (13/5/2019).

Namun ketika polisi mencari barang bukti dari HS, tersangka pun mengaku kalau barang bukti tidak ada di kediaman sang tante. Melainkan ia simpan di Palmerah, Jakarta Barat.

“Ketika kita mencari barang bukti, tersangka mengaku (barang bukti) ada di Palmerah, akhirnya didapatkan barang (di sana),” imbuhnya.

Adapun barang bukti yang didapatkan oleh penyidik yakni jaket berwarna cokelat, tas slempang berwarna hitam, sebuah ponsel dan satu peci hitam. Di mana barang bukti tersebut merupakan pakaian yang dipakai oleh HS ketika menyerukan akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo dalam video yang beredar luas di media sosial.

Sebelumnya, HS menyerukan akan memenggal kepala Presiden Jokowi saat ikut aksi unjuk rasa di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jakarta Pusat, pada Jumat, (10/5/2019). Video tersebut pun viral di media sosial.

Buntut dari video itu ialah laporan polisi yang dibuat oleh Relawan Jokowi Mania (Joman) ke Polda Metro Jaya, pada Sabtu (11/5/2019) lalu. Bergerak cepat, HS pun dibekuk oleh tim Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di perumahan di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/5/2019) pagi.

HS dikenakan pasal dugaan perbuatan makar karena dinilai telah membahayakan keamanan negara. Tersangka juga dikenakan pasal Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Terhadap tersangka dijerat Pasal 104 KUHP dan atau 110 KUHP, Pasal 336, Pasal 27 ayat 4 UU ITE karena yang bersangkutan patut diduga melakukan dugaan makar dengan maksud membunuh Presiden,” pungkas Ade.(cw2/tri)