Saturday, 19 October 2019

Pemkot Tangsel Terus Menambah Toko Tani Indonesia

Kamis, 16 Mei 2019 — 0:26 WIB
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany didampingi Kepala DKPPP setempat Nur Slamet saat bazar Ramadhan.  (anton)

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany didampingi Kepala DKPPP setempat Nur Slamet saat bazar Ramadhan. (anton)

TANGERANG – Upaya menekan memangkas biaya produksi yang berdampak kepada harga pangan yang kerap dikeluhkan masyarakat saat berbelanja jajaran Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) siap menambah kehadiran Toko Tani Indonesia (TTI) di seluruh wilayah.

“Kami akan memperbanyak keberadan TTI di tujuh kecamatan Kota Tangsel untuk menekan harga jual dan produksi sehingga dapat dirasakan masyarakat banyak, ” kata Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany didampingi Kepala Dinas Pangan Perikanan dan Pertanian (DKPPP), Nur Slamet dalam bazar Ramadhan di halaman kantor DKPPP , Rabu (15/5).

Menambah TTI di Kota Tangsel untuk mengurangi serta memangkas harga produk yang mahal karena berbagai faktor antara lain produk tersebut jalan jalan atau jarak terlalu jauh dari produk hingga ke konsumen.

Yang jelas kehadiran TTI di sejumlah kelurahan untuk memperpendek jalur birokrasi dari produk tersebut sehingga harganya pun terjangkau, ujar Airin Rachmi Diany yang menambahkan tinggal menunggu kajian kebutuhan dan berapa yang bisa diserap oleh pasar TTI center seperti beras, telor dan lainnya.

Sementara itu, Nur Slamet, Kepala DKPPP setempat, menambahkan keberadaan TTI center sendiri di Kota Tangsel sudah mencapai 51 unit di kecamatan dan kelurahan yang diharapkan kehadirannya dapat membuat harga lebih murah sepertin telor, beras dan lainnya.

Pihak DKPPP Kota Tangsel sendiri sudah melakukan penjajakan dan kerjama dengan daerah sumber produksi beras yaitu Mauk dan Pandeglang, bawang di Brebes dan Cirebon, telor ke Blitar dan Palembanh serta sayur mayur ke Pangalengan, katabya. (anton/b)