Monday, 16 December 2019

Bawaslu Tak Temukan 73.000 Salah Entry Data Situng KPU yang Dilaporkan BPN

Sabtu, 18 Mei 2019 — 13:59 WIB
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja (Ketiga dari kiri). (yendhi)

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja (Ketiga dari kiri). (yendhi)

JAKARTA – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja mengaku tidak menemukan 73 ribu dugaan kesalahan input dalam Sitem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) seperti yang dilaporkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Menurut Rahmat, mereka memang menemukan salah entry Situng KPU namun sejumlah 7.300 kesalahan tidak sebanyak yang dilaporkan BPN Prabowo-Sandi.

“Kalau Situng tidak terlihat 73 ribu, yang jelas ada 7.300-an kesalahan entry,” kata Rahmat dalam acara diskusi bertajuk ‘Menanti 22 Mei’ di D’Consulate, Jalan Wahid Hasyim, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5/2019).

(BacaKPU Siap Adu Data Dengan BPN 02)

Rahmat mengatakan, dari 7.300-an salah entry Situng KPU karena C1 yang bermasalah. Namun, saat ini telah direvisi oleh KPU sesuai data yang benar.

“Kemudian 7.000-nya tidak bisa diperbaiki karena C1-nya yang bermasalah, bukan yang di-upload-nya tidak sah tapi cacat penghitungan, kemudian diperbaiki,” papar Rahmat.

(BacaBawa Bukti 73.715 Salah Input, IT BPN Desak Bawaslu Hentikan Situng KPU)

Relawan IT BPN Prabowo-Sandi sebelumnya telah mendatangi Bawaslu RI pada Jumat (3/5/2019) karena merasa menemukan dugaan kesalahan input data Situng sebanyak 73.715 atau 15,4 persen dari total 476.021 TPS yang telah di input. (yendhi/ys)