Saturday, 16 November 2019

Ini Pesan Prabowo : Unjuk Rasa Jangan Gunakan Kekerasan

Selasa, 21 Mei 2019 — 6:08 WIB
Prabowo dan pendukungnya saat menyampaian keterangan lewat video tidak nampa Sandiaga Uno. (Ist)

Prabowo dan pendukungnya saat menyampaian keterangan lewat video tidak nampa Sandiaga Uno. (Ist)

JAKARTA – Calon Presiden Prabowo Sibianto mengatakan bahwa hak rakyat tengah dirampas dan diperkosa. Hal itu dengan adanya sejumlah tudingan dugaan kecurangan yang dipertontonkan dalam Pemilu 2019.

Prabowo mengatakan, saat ini rakyat Indonesia khususnya pendukungnya tengah risau dengan hasil penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai buah dari proses kecurangan.

“Kita memahami bersama bahwa rakyat kita sedang risau. Kalau kita prihatin dengan kecurangan-kecurangan yang begitu besar dilaksanakan dalam pemilihan umum yang baru kita laksanakan,” kata Prabowo melalui rekaman video, Senin (20/5/2019).

Mantan Danjen Kopassus ini mengatakan bukan mengenai menang atau kalah. Lebih tepat terkait hak rakyat yang telah dirampas.

“Kedaulatan rakyat, hak rakyat yang benar-benar dirasakan sedang dirampas, hak rakyat yang sedang diperkosa,” kata dia.

Untuk itu, Prabowo menyebut wajar jika rakyat berbondong-bondong unjuk rasa di depan KPU RI karena penyampaian pendapat jyga telah dijamin oleh Undang-undang. Namun, tetap dalam koridor hukum.

“Karena itu saudara sekalian, sahabat-sahabat ku, apapun tindakan dan aksi dan kegaitan yang saudara-saudara ingin lakukan besok kalau saudara-saudara sungguh-sungguh mau mendengarkan saya, saya terus imbau agar semua aksi semua kegiatan berjalan dengan semangat perdamaian,” tegas Prabowo.

“Langkah kita adalah langkah konstitusional. Langkah demokratis, tetapi damai tanpa kekerasan apapun,” imbuhnya.

Dalam video yang berdurasi 7 menit 18 detik tersebut, Prabowo nampak didampingi sejumlah pendukungnya termasuk Neno Warisman. Namun, calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno nampak tidak terlihat mendampingi Prabowo. (Yendhi/b)