Sunday, 17 November 2019

Lebaran Jadi Berkah Bagi Subhi Pedagang Rujak Bebek di Pantai Anyer

Minggu, 9 Juni 2019 — 16:12 WIB
Subhi, pedagang rujak bebek di pantai anyer.(haryono)

Subhi, pedagang rujak bebek di pantai anyer.(haryono)

SERANG –  Pasca diterjang bencana tsunami pada akhir Desember, lokasi wisata pantai di Provinsi Banten kembali dipadati wisatawan, baik lokal maupun luar Banten.

Seperti tak pernah terjadi bencana, wisatawan tumplek menghabiskan waktu libur lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah disemua pantai sepanjang Pantai Anyer hingga Sawarna di Kabupaten Lebak.

Ramainya wisatawan setelah hampir 6 bulan mati suri, membawa berkah bagi warga setempat mulai dari pengelola pantai terbuka, pengusaha rumah makan, pedagang busana bahkan pedagang keliling.

Salah satunya didapat Subhi (35) pedagang rujak bebek keliling yang biasa keluar masuk kampung. Pada saat momen liburan, Subhi lebih memilih memikul dagangannya berjalan kaki menyisiri pantai-pantai yang ramai wisatawan.

“Diluar waktu liburan, biasa jualan keluar masuk kampung. Tapi kalau Sabtu, Minggu atau momen liburan, saya berjualan di pantai,” ungkap Subhi saat ditemui di Pantai Bandulu, Minggu (9/6/2019).

Warga Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang ini mengaku pendapatan berjualan rujak bebek di pantai lebih banyak ketimbang keluar masuk kampung.

Berbeda dengan di kampung, kata Subhi, makanan sejenis rujak lebih menjadi menu favorite karena bisa menyegarkan tubuh disaat kita berada dibawah teriknya matahari.

“Karena banyak pembeli, tentunya keuntungan pun lebih banyak dibanding hari-hari biasa. Saya berharap kondisi pantai ramai terus biar bisa menafkahi keluarga,” ujarnya.

Rejeki yang sama juga didapat Imam (45) salah seorang pedagang busana di pinggir pantai di kawasan Pantai Anyer.

Menurut Imam, momen libur lebaran ini membawa berkah karena bisa mendatangkan wisatawan. Imam mengatakan bencana tsunami yang menerjang kawasan wisata Cinangka hingga Pantai Sumur di Kabupaten Pandeglang berdampak pada usahanya.

“Faktanya pantai-pantai di Anyer tidak ada tsunami namun dampaknya seperti lokasi yang terkena bencana. Selama 5 bulan terpaksa saya harus beralih profesi demi menafkahi keluarga. Saya berdo’a semoga berkah Idul Fitri ini menjadi awal kebangkitan pariwisata di Banten,” harapnya. (haryono/tri)