Friday, 06 December 2019

M.Taufik: Jangan Alergi dengan Pendatang Baru

Minggu, 9 Juni 2019 — 13:16 WIB
ilustrasi arus balik dan pendatang di ibukota.(toga0

ilustrasi arus balik dan pendatang di ibukota.(toga0

JAKARTA – DPRD DKI Jakarta mendukung langkah Anies Baswedan tidak melakukan razia pendatang baru.

Warga diminta tidak alergi dengan pendatang. Sebab sebagian besar penduduk Jakarta awalnya adalah pendatang yang mencari rezeki di Ibukota.

“Tidak merazia pendatang sudah tepat. Sebab itu,  warga tidak tidak perlu alergi dengan pendatang,  toh sebagian besar penduduk Jakarta awalnya adalah pendatang juga, ” kata M. Taufik,  Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta,  Minggu (9/6).

Terpenting,  kata Taufik pendatang melengkapi diri dengan identitas lengkap,  dan sedapat mungkin memiliki keahlian agar bisa cepat dapat pekerjaan.

Taufik menguraikan,  dari data Badan Pusat Statistik DKI Jakarta,  warga Jakarta terdiri dari berbagai etnik.

Jumlah penduduk Jakarta saat ini mencapai 10,4 juta.  Etnik Jawa menempati posisi paling bamyak yakni 35,16 persen,  Betawi 27,65 persen,  Sunda 1527 persen,  Tionghoa 5,53 persen,  Batak 3,61 persen,  Minang,  3,18 persen,  Melayu 1,62 persen,  BugIs,  Aceh, Madura dan lain lain 7,98 persen.

Sebelumnya,  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tidak ada larangan bagi siapun untuk mengadu nasib di Ibu Kota usai Lebaran. Jakarta boleh didatangi semua warga negara Indonesia dari Sabang hingga Marauke.

“Jakarta milik semua warga Indonesia, tidak ada larangan bagi warga negara untuk mendapatkan pekerjaan di manapun mereka berada, itu prinsip dasar dalam bernegara dan Jakarta tidak dikecualikan dari itu,” tegas Anies.

Anies memastikan tidak ada pembatasan ataupun pelarangan mengenai masyarakat yang ingin mencari pekerjaan di Jakarta. Sebab sudah menjadi kewajiban dari sebuah negara untuk memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya.

“Seorang dari Wonogiri boleh mencari pekerjaan di Balikpapan, boleh mencari pekerjaan di Medan, di Bandung, Yogja, boleh di Jakarta. Kalau kita tidak menghargai prinsip dasar di dalam bernegara seperti ini, nanti mengatur negara akan bahaya sekali,” jelasnya.

Menurut Anies, kedatangan pendatang baru memiliki dampak dari segi ekonomi terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Untuk itu, Anies mengimbau bagi pendatang terdahulu yang telah bermukim di Jakarta, tidak membandingkan kedatangannya dulu dengan para pendatang baru tahun ini. Sebab kesemuanya sama dengan tujuan mencari pekerjaan.

“Jakarta hidup berkembang lewat begitu banyak pendatang. Buktinya saat Lebaran semua pada mudik. Karena itu, bagi generasi pendatang awal, hargai generasi pendatang berikutnya,” pungkas Anies.

Anies memperkirakan jumlah pendatang usai mudik Lebaran sekitar 71 ribu orang. “Dulu Jakarta sebagai satu satunya rujuan,  tapi kini di daerah juga sudah menyebar pusat pusat ekonomi, “katanya.

Sugiyanto,  Koordinator Koalisi Pemerhati Jakarta Baru,  mendukung langkah Anies.

Menurut Sugiyanto,  Anies tengah mempeejuangkan kesamaan hak warga negara dalam memenuhi kehidupan ekonominya. “Anies tengah memperjuangkan HAM warga negara dalam memenuhi kebutuhan ekonominya.” (john/tri)