Tuesday, 10 December 2019

Akhirnya Anies Beri Penjelasan Soal Penerbitan IMB di Pulau Reklamasi

Kamis, 13 Juni 2019 — 20:17 WIB
Deretan bangunan mewah di pulau reklamasi Pulau Maju, tidak lagi ada terpasang papan segel. (deny)

Deretan bangunan mewah di pulau reklamasi Pulau Maju, tidak lagi ada terpasang papan segel. (deny)

JAKARTA– Setelah didesak berbagai pihak, akhirnya Gubernur DKI Anies Baswedan menjelaskan soal penerbitan Izin Mendirikan Bangunan di pulau hasil reklamasi di perairan utara Jakarta.

Anies memberikan keterangan secara tertulis yang diterima wartawan Kamis (13/4/2019) malam WIB. Anies mengakui pihaknya telah menerbitkan ratusan IMB atas bangunan yang didirikan di Pulau D yang dulu sempat disegel.

Menurut Anies pihaknya akhirnya memberikan IMB atas bangunan yang sudah sempat dibangun di empat pulau hasil reklamasi agar bisa dimanfaatkan. Penerbitan IMB, kata dia, adalah upaya pemanfaatan, bukan melanjutkan reklamasi.
Dalam siaran pers itu, Anies menjelaskan bahwa penerbitan IMB di pulau reklamasi berbeda dengan reklamasi itu sendiri. “Ada dua hal yang berbeda, pertama reklamasi dan kedua pemanfataan lahan hasil reklamasi,” kata Anies.

“IMB ini bukan soal reklamasi jalan atau berhenti, tetapi IMB adalah soal izin pemanfaatan lahan hasil reklamasi dengan cara mendirikan bangunan. Dikeluarkan atau tidak IMB, kegiatan reklamasi telah dihentikan. Jadi, IMB dan reklamasi adalah dua hal yang berbeda,” tambahAnies.

Menurut Anies, yang pasti sekarang pihaknya telah menghentikan rencana pembangun 17 pulau di teluk Jakarta. Namun, untuk empat pulau yang sudah terlanjur dibangun Pemprv DKI mengatur pemanfaatannya. “Ada 13 pulau tidak bisa diteruskan dan dibangun. Ada 4 kawasan pantai yang sudah terbentuk sebagai hasil reklamasi di masa lalu. Faktanya itu sudah jadi daratan,” ujarnya.

Anies mengatakan, pemanfaatan empat pulau yang sudah terlanjur berdiri akan difokuskan untuk kepentingan publik. Penerbitan IMB, kata dia, adalah upaya pemanfaatan, bukan melanjutkan reklamasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan IMB untuk 932 gedung yang telah didirikan di Pulau D hasil reklamasi di pesisir utara Jakarta. Di Pulau D, terdapat 932 bangunan yang terdiri dari 409 rumah tinggal dan 212 rumah kantor (rukan). Ada pula 311 rukan dan rumah tinggal yang belum selesai dibangun. Bangunan-bangunan itu sempat disegel oleh Anies pada awal Juni 2018 karena disebut tak memiliki IMB.

Namun kini akhirnya IMB diterbitkan bahkan bangunan yang ada sudah mulai dijual pengembang. Ini tampak dari benner yang ada di pulau tersebut. (b)