Thursday, 14 November 2019

LPSK Siap Lindungi Saksi pada Sidang Gugatan Pilpres di MK

Jumat, 14 Juni 2019 — 19:46 WIB
Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo (tengah) saat memberi keterangan pers. (Ifand)

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo (tengah) saat memberi keterangan pers. (Ifand)

JAKARTA – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan siap melindungi saksi yang nantinya dihadirkan dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Karena itu, pekan depan mereka berkordinasi dengan MK untuk prosesnya.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, pihaknya sangat siap untuk memberikan perlindungan tersebut. Namun, saat ini LPSK sedang mengkaji bagaimana bentuk perlindungan yang nantinya diberikan. “Ini semua masih kami cermati, karena selama ini kan yang diberikan LPSK dalam penanganan kasus pidana,” katanya, Jumat (14/6).

Dikatakan Hasto, ada dua tahap sebelum LPSK dapat memberikan perlindungan kepada saksi tertentu yang dihadirkan kedua kedua kubu dalam persidangan. Pertama, MK menetapkan bahwa saksi perlu mendapat perlindungan sampai nanti majelis hakim menetapkan hasil putusan pada Jumat (28/6) mendatang.

“Kedua, MK memerintahkan kepada LPSK untuk memberikan perlindungan kepada saksi-saksi tertentu. Itu baru kita punya entry poin untuk memberikan perlindungan kepada saksi di dalam kasus semacam ini,” ujarnya.

Hasto menambahkan, nantinya jenis perlindungan yang diberikan kepada saksi disesuaikan kebutuhan. Bahkan, bentuk perlindungan yang diberikan dapat berupa penempatan di rumah aman. “Ada juga pengawalan keamanan yang melekat selama saksi mengikuti proses persidangan sengketa Pilpres 2019 di MK,” ungkapnya.

Sebelumnya disampaikan dalam persidangan, ketua kuasa hukum BPN Prabowo-Sandi Bambang Widjajanto atau BW meminta MK menjamin keamanan seluruh saksi yang dihadirkan dalam sidang. Pasalnya, saksi yang dihadirkan adalah para ahli hukum tata negara, akademisi, dan juga aparatur sipil negara.

“Jadi kami meminta kepada MK agar memperhatikan yang disebut dengan perlindungan saksi. Bisa enggak dijamin keselamatannya? Itu jadi konsen kami,” kata BW di persidangan. (Ifand/b)