Friday, 15 November 2019

Sawah Kekeringan Petani Indramayu Terancam Gagal Panen

Jumat, 14 Juni 2019 — 5:24 WIB
Kaum muslimin di Kecamatan Kroya, Kamis (13/6/2019) shalat istisqo. (taryani)

Kaum muslimin di Kecamatan Kroya, Kamis (13/6/2019) shalat istisqo. (taryani)

INDRAMAYU – Layu sebelum berbuah. Itulah nasib ribuan hektar tanaman padi musim tanam (MT) Gadu milik petani yang kekurangan air akibat terhentinya pasokan air dari dua sumber yaitu Perum Otorita Jatiluhur dan Bendung Rentang.

Dua sumber air.irigasi itu kini sudah mengering. Artinya sudah tidak mengalirkan air irigasi lagi. “Padahal kondisi tanaman padi masih terlalu muda dan sedang membutuhkan guyuran air untuk memperkuat akar dan batang,” kata Walim, 56 petani di Kecamatan Kroya.

Mengingat tanaman padi di sawah sudah lebih dari seminggu tak terairi, permukaan sawah menjadi kering dan telanjur retak-retak. “Petani dilanda cemas dan pusing. Modal pengolahan tanah, pembelian pupuk dan ongkos tenaga kerja per hektar sekitar Rp5 juta terancam amblas,” katanya.

Di sana-sini petani panik mencari sisa genangan air. Ratusan mesin pompa air dioperasikan guna memindahkan air sisa genangan di saluran irigasi ke sawah-sawah, sudah dilakukan sejak 10 hari lalu.

Namun apalah daya, ratusan pompa air milik petani itu kini menganggur. Ini terjadi lantaran air sudah tidak ada lagi. Saluran irigasi sudah kering. “Pompa air sudah tidak berguna lagi, airnya sudah tidak ada. Apa yang mau disedot,” kata Rasim, 55.

Tokoh tani di Desa Ranjeng, Carli dihubungi Pos Kota, Kamis (13/6/2019) mengatakan, nasib petani yang.menanam padi MT Gadu kini berada di ujung tanduk karena terancam gagal panen. “Air irigasi susah dicari. Tanaman padi banyak yang layu. Sekarang petani lagi pusing karena tanaman padi terancam gagal total,” katanya.

Bupati Indramayu Supendi.mencari solusi mengatasi kekurangan air. Langkah pertama dilakukan dengan membenahi tanggul atau pintu air yang jebol sehingga air dari P.O Jatiluhur melalui Saluran Induk Bugis tidak berfungsi mengalirkan suplai air di wilayah Barat Indramayu.

Upaya kedua, berkoordinasi dengan Pengelola Bendung Rentang agar menggelontorkan air untuk gilir giring. Upaya kedua ini memungkinkan mengatasi kekeringan tanaman padi di Indramayu Timur dan Selatan.

Di Kecamatan Kroya, puluhan kaum muslimin berikhtiar melaksanakan shalat istisqo atau sholat minta hujan. Berbagai upaya telah dilakukan, namun hinggs Kamis (13/6/2019) belum membuahkan hasil. (taryani/b)