Friday, 15 November 2019

Lurah Bintaro Memanfaatkan Lahan Kosong Menanam Padi

Minggu, 16 Juni 2019 — 5:05 WIB
Lurah sedang melakukan penaburan bibit padi.  (wandi)

Lurah sedang melakukan penaburan bibit padi. (wandi)

JAKARTA -Diangggap sukses mamanfaatkan lahan kosong untuk ditanami sayur mayur, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan menyiapkan lahan urban farming untuk tanaman padi. Lahan yang disiapkan, memiliki luas sekitar 800 meter persegi, dan berlokasi di sekitar Perumahan Bukit Mas.

Lurah Bintaro Dimas Prayudi mengatakan, urban farming tanaman padi ini akan menggunakan benih padi varietas IR 64 yang memiliki kualitas baik. Diharapkan nanti hasil pertanian ini akan dinikmati oleh warga masyarakat sekitar.

“Lahannya sekitar 800 meter persegi. Kualitasnya pulen, dengan harga sekitar Rp 120 ribu per 10 kilogram, nanti hasil panen ini bisa dinikmati oleh warga masyarakat,” ujar Dimas Prayudi, Sabtu (15/6).

Menurutnya, urban farming tanaman padi ini akan menambah kelengkapan urban farming lain yang telah ditanam oleh pihak kelurahan dan masyarakat. Sebelumnya di wilayahnya ini juga sudah memiliki urban farming untuk tanaman kacang, jagung, bayam, dan juga timun.

“Jadi dengan adanya tanaman padi ini urban farming kita akan semakin beragam dan lengkap. Penanaman padi di lokasi urban farming tersebut masih bersifat percobaan,”ujarnya.

Sebab yang digunakan tersebut, memang bukanlah lahan sawah, makanya masih mencoba terlebih dahulu apakah cocok atau tidak. Kalau hasilnya bagus, maka akan kita teruskan.

Tarmiji, salah seorang warga mengaku mendukung adanya urban farming tanaman padi. Dengan adanya tanaman padi ini seakan-akan seperti di kampung halaman.

“Selama ini di Jakarta itu yang kita lihat hanyalah gedung-gedung pencakar langit. Makanya dengan adanya lahan kosong dibikin persawahan ini kami sangat mendukungnya,”terang pria asal Sleman, Jogyakarta ini. (wandi)