Tuesday, 19 November 2019

Bulutangkis Indonesia Terbuka Merah Putih Andalkan Tiga Nomor

Senin, 17 Juni 2019 — 7:01 WIB
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon

JAKARTA – Tuan rumah Indonesia mengandalkan tiga nomor, ganda putra, ganda campuran dan tunggal putra untuk bisa mempersembahkan gelar di turnamen bulutangkis Indonesia Terbuka 2019, 16-21 Juli 2019 nanti, di Istora Senayan, Jakarta.
Harapan itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, ketika ditanya wartawan terkait peluang pebulutangkis Indonesia yang diterjunkan pada turnamen level tertinggi di BWF world tour, super 1000, di Jakarta, kemarin.

“Kalau bicara target, peluangnya memang di ganda putra. Tapi kalau bicara progres, tunggal putra sudah mulai ada, walau di beberapa pertandingan masih belum konsisten. Saya rasa tunggal putra bisa diandalkan,” kata Susy di Pelatnas Cipayung.

Ganda putra masih menjadi andalan lewat kokohnya posisi pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di peringkat satu dunia dan progres membaiknya pasangan senior Hendra Setiawan/ Muhammad Ahsan serta pelapis lainnya.

Akan tetapi, lanjut Susy, progres yang ditunjukkan sektor tunggal putra dan sektor ganda campuran juga menaruh harapan besar. “Prospek teratas memang ganda putra, menyusul kemudia tunggal putra dan ganda campuran. Tiga nomor ini yang kami harapan dapat memetik hasil bagus di Indonesia Terbuka 2019 nanti,” terangnya.

Di tunggal putra, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, menunjukkan grafik penampilan yang meningkat. Jonatan mendapat gelar juara di turnamen Selandia Baru Terbuka 2019 dan Australia Terbuka 2019. Sedangkan Anthony menjadi runner up di Singapura Terbuka 2019 dan Australia Terbuka 2019.

GANDA CAMPURAN

Sementara dua ganda campuran diharapkan mampu tampil lebih baik, apalagi dengan dukungan penonton di negeri sendiri. Pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja merupakan dua kekuatan di sektor binaan kepala pelatih Richard Mainaky.

Praveen/Melati merupakan runner up India Terbuka 2019, Selandia Baru Terbuka 2019 dan Australia Terbuka 2019. Sedangkan Hafiz/Gloria meraih gelar juara di Thailand Terbuka 2018 dan runner up di German Terbuka 2019.

“Kans-nya ada, ganda campuran tetap ada kans kok. Walau Praveen/Melati masih belum nembus gelar juara, mudah-mudahan dengan jadi tuan rumah, mereka jadi lebih pede, lebih semangat, lebih mau membuktikan,” tutur Susy. “Praveen/Melati, kalau lawan Zheng (Siwei)/Huang (Yaqiong) juga ditakuti. Lawan Yuta (Watanabe)/Arisa (Higashino) nggak pernah kalah. Praveen/Melati ini punya kelebihan, nah kelebihannya ini yang harus digunakan, jangan cuma fokus ke kelemahan yang membuat jadi nggak yakin, ragu-ragu,” imbuh Susy.

Susy berharap wakil ganda campuran tuan rumah termotivasi untuk menampilkan prestsi terbaiknya. “Semoga semua wakil ganda campuran bisa termotivasi, sebetulnya mereka bisa. Untuk Hafiz/Gloria, power-nya harus ditambah lagi,” jelas Susy.

Selain itu Susy juga tak mengesampingkan sektor ganda putri dan tunggal putri. Ia memiliki keyakinan kalau kedua sektor ini berpotensi untuk membuat kejutan dengan mengalahkan lawan yang lebih diunggulkan. (prihandoko/st)