Sunday, 20 October 2019

Hari Pertama PPDB, Orangtua Murid Dibingungkan dengan Sistem Zonasi

Senin, 17 Juni 2019 — 16:40 WIB
Orangtua calon murid berdesakan dalam PPDB di SMAN 6 Kota Bekasi. (chotim)

Orangtua calon murid berdesakan dalam PPDB di SMAN 6 Kota Bekasi. (chotim)

BEKASI – Ratusan orangtua murid berdesakan mendaftarkan anaknya untuk masuk ke sekolah jenjang lanjutan.  Mereka masih tampak bingung dengan sistem zonasi. Ada yang ngedumel karena bingung dengan daftar zonasi yang haruas dicocokkan dengan sekolah pilihan. Ada yang mencoba berstrategi.

“Ada zonasi murni ada juga zonasi kombinasi. Banyak istilah jadi kita bingujg,” kata Mulyani, satu walimurid saat mendaftakan anaknya di SMAN 3 Bekasi Selatan, Senin (17/6).

Menurutnya, istilah itu membingungkan dan cenderung menimbulkan kecurigaan. Pasalnya, peran operator atau juga seleksi orangtua murid sulit memantaunya. “Siapa menjamin jarak rumah dan sekolah kita tidak berubah. Jadi seharusnya pengunumannya nanti harus transparan,” katanya.

Suasana berdesakan juga tampak di hampir semua sekolahan negeri. Baik masuk SLTP dan SLTA yang saat ini menggunakan sistem zonasi atau jarak. Sedangkan pengelola untuk masuk SLTP ditangani Dinas Pebdidikan Kota Bekasi dan masuk SlTA  ditangani Propibsi Jawa Barat.

Para orangtua murid bahkan ada yang datang sejak pagi di SMA 6 karena khawatir tidak kebagian formulir. H Parjono, Wakil Kepala Sekolah, menyebutkan sudah menyiapkan 400 formulir pendaftaran. “Waktu masih panjang, bu. Silahkan besok bisa datang,” katanya.

Dia menyebutkan jika ada yang ketahuan memberikan alamat tidak benar maka bisa didiskualifikasi. (chotim/win)

Terbaru

Posko Pengaduan Masyarakat (PPM) Kelurahan Glodok.
Senin, 21/10/2019 — 1:44 WIB
PPM Glodok Sepi Pengaduan Warga
Marcus Rashford merayakan gol yang dicetaknya untuk Manchester United. (reuters)
Senin, 21/10/2019 — 0:40 WIB
Diimbangi MU, Liverpool Tak Lagi Menangan
Peresmian bank sampah di RW 04 Rawa Bunga, Jatinegara. (ifand)
Minggu, 20/10/2019 — 23:58 WIB
Kelurahan Rawa Bunga kini Miliki 20 Bank Sampah