Thursday, 14 November 2019

Di Asian Championship 2019

Sepaktakraw Indonesia Sabet 2 Emas dan Perunggu

Senin, 17 Juni 2019 — 11:18 WIB
Tim sepaktakraw Indonesia usai podium di Kunming. (ist)

Tim sepaktakraw Indonesia usai podium di Kunming. (ist)

CHINA – Tim sepaktakraw Indonesia berjaya di Asian Championship 2019 yang berlangsung 9-14 Juni di Kunming, China.

Pada kejuaraan yang diikuti 17 negara itu, tim sepaktakraw Indonesia sukses merebut dua medali emas dan dua perunggu. Dua medali emas itu dipersembahkan dari double putra dan regu putri. Sedangkan dua medali perunggu disumbangkan regu putra dan double putri.

Double putra yang diperkuat Syaipul Rizal, Hardiansyah Mulliang dan Mohammad Herson di final mengalahkan tuan rumah  tim China. Sementara regu putri menundukkan tim tangguh Malaysia.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia  (PB PSTI), Asnawi Abdul Rahman, yang ikut mendampingi tim ke Kunming, China, mengatakan sukses ini menjadi modal besar bagi tim sepaktakraw yang dipersiapkan menghadapi  pesta olahraga multi event SEA Games 2019 Filipina.

”Sejak awal kami menjadikan kejuaraan Asia ini sebagai rangkaian uji coba atau try out tim pelatnas SEA Games 2019. Dan syukur alhamdulillah hasilnya cukup membanggakan. Paling tidak para pemain kita dapat menimba pengalaman juga bisa membaca kekuatan tim-tim sepaktakraw dari kawasan Asia Tenggara yang otomatis menjadi calon lawan mereka di SEA Games 2019  nanti,” kata Asnawi.

Namun Asnawi tetap mengingatkan tim sepaktakraw Indonesia untuk tidak merasa cepat puas diri. “Jadikanlah hasil ini sebagai pelecut motivasi guna meraih hasil lebih baik lagi di SEA Games 2019,” ucap Asnawi.

Asnawi pun mengakui bahwa sepaktakraw tak masuk kategori cabang olahraga peraih medali emas di SEA Games 2019. ”Justru posisi ini menguntungkan tim kita karena secara psikologis para pemain tak merasa terbebani,” tambahnya.

Sukses di Kunming juga semakin menambah kepercayaan diri PB. PSTI untuk lebih getol meningkatkan pembinaan atlet. Setelah di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, menurut Asnawi, menjadi titik awal kebangkitan olahraga sepaktakraw Indonesia dalam persaingan di level Asia.

”Karena dengan mampu menembus prestasi Asia itu sama saja telah berada pada peta kekuatan dunia. Pusat kekuatan sepaktakraw dunia kan ada di Asia karena Thailand, Malaysia, Myanmar selama ini menguasai peta dunia,” papar Asnawi.

Namuan sejak Asian Games 2018, kekuatan tiga negara ras kuning seperti China, Jepang dan Korea tak bisa dianggap sebelah mata. Pada kejuaraan Asia di Kunming ini pun mereka sudah unjuk kekuatan. (prihandoko/ys)