Saturday, 07 December 2019

Aksinya Jambret HP Viral di Medsos Driver Ojek Online Ini Berobah Profesi

Rabu, 19 Juni 2019 — 16:44 WIB
argo3

JAKARTA – Tersangka penggasak handphone bocah lelaki, BS alias Budi, langsung beralih profesi begitu mengetahui aksi kriminalnya viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, tersangka yang semula bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol), beralih menjadi kuli angkut barang di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Tersangka BS ini setelah dia melakukan pencurian terhadap HP itu, motor simpan di rumah. Dia tidak kerja (sebagai pengemudi ojek online). Dia akhirnya kerja di temennya, jadi kuli angkut-angkut barang,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019).

Ia mengungkapkan, alasan BS menjadi kuli angkut dikarenakan dirinya tau kalau aksinya merampas handphone bocah lelaki itu viral. Karena takut ketahuan, ia sengaja berpindah pekerjaan.

“Pelaku tau viral, makanya dia taruh motor di rumah. Yang bersangkutan pun kerja lain, jadi kuli angkut-angkut. Karena itu (aksinya merampas handphone) viral,” jelas Argo.

Adapun motif Budi merampas HP lantaran lilitan hutang. Sehingga ia memilih jalan pintas agar dapat membayar hutangnya tersebut. “Kebetulan dia habis mengantar pelanggan, dan melihat ada anak laki-laki itu pegang handphone,” kata Argo.

Sebelumnya diberitakan tersangka Budi ditangkap Unit 4 subdit 3/Resmob Polda Metro Jaya pimpinan AKP Rovan Richard Mahenu. Petugas juga menyita HP milik korban, sepeda motor Honda Beat putih list biru yang digunakan saat beraksi.

Penangkapan dilakukan setelah petugas memeriksa CCTV di permukiman itu. Seorang pria bermotor mengenakan jaket pengemudi ojek online (ojol) terekam merampas handphone dalam genggaman bocah lelaki yang sedang pipis. Anak itu berupaya mempertahankan handphone tapi Budi berhasil menarik handphone itu.

Pria berusia 43 tahun itu melakukan aksinya pada Minggu (16/6/2019) pada pukul 06.56. Menggunakan motor, ia merampas HP yang dibawa bocah yang buang air kecil di depan rumahnya di Cengkareng, Jakarta Barat. Tersangka dianggap melanggar pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun. (cw2/b)