Wednesday, 20 November 2019

14 Ribu Personil TNI Siap Amakan Jakarta saat MK Umumkan Gugatan Pilpres

Kamis, 20 Juni 2019 — 23:30 WIB
Pengamanan kawat berduri di gedung MK Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. (yendi)

Pengamanan kawat berduri di gedung MK Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. (yendi)

JAKARTA– Mahkamah Konstitusi akan mengumumkan hasil sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden pada Jumat 28 Juni nanti. Setelah dua hari sidang tanpa diwarnai unjukrasa, diperkirakan saat pengambilan putusan bakal didemo lagi. Bahkan diperkirakan belasan ribu warga bakal unjukrasa.
Oleh karena itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan dia siap menerjunkan 14 ribu pasukan mengamankan sidang tersebut bersama Polri

Meski demikian Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan situasi Jakarta aman saat putusan diketuk majelis hakim.

“Kami tetap bantu pengamanan putusan MK sama, yaitu hampir 14 ribu pasukan TNI, dari Polri 16 ribu,” kata Hadi di Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Jombang, Kamis (20/6/2019).
Menurut Panglima TNI 14 ribu personel tersebut tidak seluruhnya menjaga MK. Mereka akan disebar di sejumlah titik seperti gedung KPU, Bawaslu, DPR dan Istana Negara.

Panglima TNI memprediksi situasi dan kondisi Ibu Kota kondusif saat putusan sengketa pilpres di MK diketuk.

“Namun, prediksi saya ke depan sudah semakin kondusif, sudah tidak akan ada keributan lagi,” terangnya.

Seperti diketahui sejumlah organisasi lainnya juga akan menggelar aksi damai saat sidang putusan sengketa pilpres. Aksi tersebut akan digelar di sekitar MK, Jakarta Pusat. (B)