Monday, 21 October 2019

Hadirkan 2 Ahli, KPU Tak Datangkan Saksi di Persidangan

Kamis, 20 Juni 2019 — 13:58 WIB
Sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konsititusi. (rihadin)

Sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konsititusi. (rihadin)

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akhirnya memutuskan untuk tidak mengeluarkan saksi dalam persidangan Sengketa Pilpres 2019 sebagaimana yang diberi jatah oleh Mahkamah Konstitusi (MK) sebanyak 15 orang.

KPU tidak mengeluarkan saksi karena menurut mereka saksi fakta yang dihadirkan oleh pemohon yakni tim hukum Prabowo-Sandi tidak ada yang perlu di bantah. Bukan berarti menerima melainkan apa yang disampaikan para saksi dianggap tidak bisa membuktikan dugaan kecurangan seperti yang didalilkan.

Anggota tim kuasa hukum KPU, Ali Nurdin menyampaikan kepada Mahkamah bahwa pihaknya tidak akan menggunakan hak nya untuk menghadirkan saksi.

“Setelah kami cermati dan melihat perkembangan persidangan dari saksi-saksi yang diajukan oleh pemohon maka kami berkesimpulan untuk tidak menghadirkan saksi yang mulia,” kata Ali di ruang sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (20/6/2019).

Namun demikian, mereka tetap menggunakan hak untuk menghadirkan ahli dalam persidangan. Sebagaimana yang telah ditetapkan bahwa ahli yang dihadirkan berjumlah dua orang.

“Yang kedua untuk kali ini kami menghadirkan satu orang ahli dalam persidangan yakni Profesor Doktor Insinyur Marsudi Wahyu Kisworo beliau ahli dalam bidang IT. Yang kedua adalah Bapak Dokter Riawan Tjandra,” kata Ali kepada mahkamah. (yendhi/yp)