Thursday, 14 November 2019

Pelindo III Bangun Fasilitas Shore Connection di Pelabuhan Tanjung Emas

Kamis, 20 Juni 2019 — 22:22 WIB
Dirut Pelindo lll Doso Agung terkait fasilitas shore connection  di Terminal Dwimatama,  Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Dirut Pelindo lll Doso Agung terkait fasilitas shore connection di Terminal Dwimatama, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

JAKARTA  – Inovasi Pelindo III untuk melakukan penghematan energi dibuktikan dengan memasang jaringan listrik dari darat (shore connection) untuk kapal yang bersandar di pelabuhan.

Fasilitas shore connection menggantikan sumber energi kapal yang sebelumnya menggunakan bahan bakar minyak menjadi sumber energi listrik.

Dirut Pelindo lll Doso Agung menjelaskan fasilitas shore connection dengan daya listrik 1 mega watt telah tersedia di Terminal Dwimatama, wilayah Pelabuhan Tanjung Emas yang dioperasikan anak perusahaannya PT Lamong Energi Indonesia yang bergerak di bidang energi dan sebagai penyedia jasa pelayanan shore connection.

“Di Tanjung Emas ini shore connection  saat ini baru untuk melayani PT Pupuk Indonesia Logistic (PILOG) non petikemas,” terang dirut. “Sebelumnya Pelindo III telah melakukan ujicoba shore connection di Tanjung Perak untuk kapal petikemas.”

Pelayanan curah kering di Terminal Dwimatama Pelabuhan Tanjung Emas dilengkapi fasilitas conveyor berukuran 1,2 x 25 meter dan berkapasitas 200 ton/jam.

Selama ini kapal yang bersandar di pelabuhan mesinnya harus tetap menyala untuk memenuhi kebutuhan listrik. Tapi dengan shore connection yang disiapkan di dermaga mesin kapal tidak perlu dihidupkan diganti dengan daya listrik yang bisa langsung dicolok.

Dengan demikian perusahaan pelayaran lebih efisien hemat biaya 30-40 persen dan ramah lingkungan serta mempercepat kegiatan bongkar muat yang semula 4-5 hari menjadi 3-4 hari karena listrik yang kami sediakan dapat mengoperasikan ship crane secara maksimal.

Menggunakan shore connection, lanjut Doso, produksi bongkar muat curah kering meningkat dari 1.800 – 2.000 ton/hari menjadi 2.300-2.500 ton/hari sebab Peningkatan  terjadi karena energi listrik memudahkan penggunaan ship crane secara maksimal dan efisien.

Dirut mencontohkan lainnya, semula kapal dengan kapasitas 7.500 GT hanya dapat menggunakan 1 ship crane karena solar mahal, tetapi dengan shore connection kapal dapat menggunakan 2 ship crane dengan biaya lebih efisien dan menekan biaya logistik serta mampu meningkatkan daya saing produk nasional.

Setelah ini fasilitas tersebut juga dikembangkan di Pelabuhan Benoa untuk kapal Yacht dan di Terminal Teluk Lamong untuk kapal peti kemas.

Kemudian juga akan dibangun di Terminal Nilam Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Doso memgungkapkan ada 5 program Pelindo III dalam rangka menurunkan biaya logistik nasional guna meningkatkan daya saing produk nasional antara lain.

Pertama shore connection, kedua windows connectivity antara Pelabuhan di wilayah Pelindo III dengan Pelindo lainnya, ketiga transhipment domestik, penurunan biaya pandu di beberapa pelabuhan dan kelima penerapan IBS-integrated billing system, tambah Doso Agung.

Sementara itu, Staf khusus Bidang II Menteri BUMN Republik Indonesia, Bambang Eka Cahyana mengapresiasi kinerja Pelindo III karena telah mempelopori shore connection yang merupakan pertama kalinya adanya pelayanan ini.

“Pelindo lll selangkah lebih maju dari pelindo lainnya. Konsep ini patut dicontoh dan harus diterapkan ke semua pelabuhan di Indonesia inisiatif strategis ini dapat menurunkan biaya logistik dan meninkatkan daya saing,” ujar Bambang dalam sambutannya.

“Sepengetahuan saya fasilitas shore connection ini baru terpasang di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo III dibandingkan dengan operator pelabuhan lainnya di Indonesia serta sebagai realisasi Sinergi BUMN yang sudah ditunjukkan oleh Pelindo III, Pupuk Indonesia, dan PLN,” tambahnya.

Capt. Ronald C. Schouten, Kepala Cabang PT Temas Line Surabaya sebagai salah satu pelanggan Shore Connection di Terminal Berlian dan TTL dapat efisiensi biaya karena listrik lebih murah dan mesin kapal dapat  melakukan maintenance.

Hal senada juga disampaikan oleh M. Sahurrullah, Manager Pemeliharaan PT Pupuk Indonesia Logistik, dengan shore connection, ketergantungan bahan bakar minyak  kapal saat sandar dapat digantikan dengan listrik dari darat. (dwi/win)