Sunday, 20 October 2019

Diduga Terkait Rusuh 22 Mei, Pimpinan Ormas Ditangkap di Cirebon

Rabu, 26 Juni 2019 — 22:55 WIB
Ilustrasi penangkapan.

Ilustrasi penangkapan.

JAKARTA –  Dua orang pria ditangkap polisi di Cirebon.  Polisi menyebut penangkapan pimpinan organisasi masyarakat (ormas), inisial AM, ada kaitannya dengan kasus rusuh 21-22 Mei di Jakarta.

Salah satu di antaranya, inisial AM, yang membawa senjata tajam, merupakan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) di Kota Cirebon.  Satu lagi berinisial ANA, ditangkap di rumahnya, di kawasan Kesambi, Cirebon.

Kapolresta Cirebon AKBP Roland Ronaldi membenarkan adanya penangkapan tersebut. Selain AM, polisi meringkus ANA.  Menurut Roland, penangkapan keduanya itu berkaitan dengan kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang terjadi di Jakarta.

“Penangkapan dilakukan Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar, bukan Densus 88. Kaitannya dengan kejadian (rusuh) pada tanggal 21-22 Mei,” kata Roland di Mapolresta Cirebon, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (26/6/2019).

Roland mengaku tak tahu secara persis perkembangan terkait penangkapan keduanya. Karena, menurut dia, Polresta Cirebon hanya mendapat surat pemberitahuan tentang adanya penangkapan. “Selebihnya silakan ke Polda Jabar,” ucap Roland.

AM itu ditangkap polisi di depan Stasiun Kereta Api Cirebon, Rabu (26/6/2019), pukul 05.45 WIB. Selain itu, polisi juga menciduk ANA di kawasan Kesambi, Cirebon, Jawa Barat.

“Salah satu tersangka ada yang membawa sajam, tersangka AM itu yang ketua ormas,” ucap Kabidhumas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi.

Soal keterkaitan dan perannya pria yang ditangkap tersebut dalam kasus rusuh 21-22 Mei di Jakarta, polisi masihmelakukan pendalaman.  “Untuk kaitannya itu (peran) penyidik sedang melakukan pendalaman. Sedang didalami, biarkan penyidiknya bekerja dulu,” kata Kombes Trunoyudo. (*/win)