Sunday, 20 October 2019

Karya Pelukis Asal Indramayu Ini Dikagumi Kolektor

Rabu, 26 Juni 2019 — 4:50 WIB
syaidin

JIKA bakat seni lukis telah berpadu dengan pendidikan yang sesuai dengan program studi, maka hasilnya adalah sebuah karya seni lukis yang bernilai tinggi. Sudah banyak karya seni lukis yang ditorehkan Syayidin, salah seorang pelukis kelahiran Indramayu yang banyak dikagumi kolektor seni lukis di Tanah Air. Berkat kerja keras dan ketekunannya Syayidin tercatat pada pergaulan internasional dengan pelukis-pelukis terkemuka.

Syayidin kelahiran 11 September 1967 itu merupakan jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Fakultas Seni Rupa Desain (FSRD) Yogyakarta Tahun 1987–1992. Walaupun telah banyak meraih suskes dan banyak menorehkan prestasi bahkan puluhan kali pengalaman pameran lukisan, namun penampilan suami Iis Istiqomah yang dikaruniai dua anak; Idzaa Qiila dan Sultan Yusuf ini tetap sederhana.

Jika tidak ada job ke luar daerah, Syayidin lebih banyak menghabiskan waktunya membuat karya-karya lukisan di Studio Lukis Griya 26.

Menurut Syayidin, sejak menggemari seni lukis, sudah menghasilkan sekitar 2.000 karya lukis. “Sebagian karya lukis dibeli kolektor. Ada juga karya lukis yang dihadiahkan kepada orang-orang terdekat, termasuk para sahabat,” ujarnya.

Ketika masih duduk di bangku SD sudah ada beberapa karya lukis yang terjual dengan harga cukup mahal. “Karya lukis termahal dihargai Rp100 juta. Judul lukisannya “Pentas Seni Sintren di Istana” menggunakan media cat minyak dan kanvas. Karya lukisan itulah yang sekaligus menjadi cover atau sampul buku “Ekspresi Staccato Syayidin”.

Yang menarik dari Syayidin bukan hanya karena gaya ekspresionisnya dan romantisme yang khas tetapi juga karena sikap profesionalnya saat menerima order lukisan. Semua order lukisan diselesaikan tepat waktu, sehingga jarang pemesan yang dikecewakan. “Semua pekerjaan selesai tepat waktu,” ujarnya.

Dalam membuat pesanan karya lukis, Syayidin tidak butuh waktu penyelesaian hingga berminggu-minggu, apalagi sampai berbulan-bulan. Satu karya lukis dikerjakan sangat singkat. “Saya hanya butuh waktu 15 menit untuk menyelesaikan satu karya lukis,” katanya.
Setiap pemesanan karya lukis dikerjakan langsung di Studio Lukis Griya 26, Jalan Kapten Arya Gang 26, Kelurahan Karangmalang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Sudah puluhan kali pameran lukisan dilakoni. Mulai tingkat lokal hingga internasional. Contohnya pada tahun 2008, Syayidin mengikuti pameran lukisan di Shanghai, China. Kemudian ke Kuala Lumpur, Malaysia. Pada Tahun 2018, mengikuti pameran “The Secret of Archipelago” Intersection of Gaze di Busan, Korea Selatan. (taryani/fs)