Thursday, 05 December 2019

Agar Tangan Siswa Tak Jahil, SMPN 257 Bebaskan Siswa Lukis Mural di Kelas

Kamis, 27 Juni 2019 — 22:54 WIB
Suasana ruang kelas yang digambar para siswa SMPN 257. (Ifand)

Suasana ruang kelas yang digambar para siswa SMPN 257. (Ifand)

JAKARTA  –  Memberikan kebebasan bagi para siswanya berekspresi, hasilnya ruang kelas dan sekolah, SMPN 257, Ciracas, Jakarta Timur, menjadi lebih cantik. Para siswa diminta mengecat ruang kelas mereka dengan menggambar berbagai mural sesuai dengan keinginan mereka.

Kepala SMPN 257, Mohamad Samin mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya agar tangan jahil para siswa tak berdampak negatif. Dimana ruang kelas yang ada boleh mereka hias sesuka hati sebagai bentuk pengungkapan ekspresi.

“Yang kami pikirkan saat itu, dari pada mereka corat-coret tembok sembarangan, lebih baik disiapkan wadah,” katanya, Kamis (27/6).

Samin mengatakn, dari hal itu pun pihak sekolah menyiapkan cat untuk setiap kelas dan meminta anak-anak untuk berekspresi.

Hasilnya cukup m memuaskan, dimana saat ini ruang kelas yang ada terlihat lebih bagus karena berbagai lukisan ditampilkan siswa. “Anak-anak pun senang, karena kita siapkan wadah, dan mereka menggambar dengan baik,” ujarnya.

Menurut Samin, dengan ruang kelas yang mereka lukis sendiri, pastinya akan memberi kenyamanan. Sehingga, siswa yang setiap harinya ada di kelas akan semakin kerasan berada didalamnya.

“Ini juga untuk menindaklanjuti perintah gubernur, dimana buat sekolah senyaman mungkin untuk para siswa,” ungkapnya.

Berhasil menata kelas, sambung Samin, siswa pun diajak untuk kembali melukis di lingkungan sekolah. Hasilnya memuaskan, tembok-tembok disekitar sekolah menjadi semakin bervariasi dengan hasil karya para siswa. “Karena sebelumnya sudah nyaman di kelas, sekarang kami lanjutkan lagi agar mereka nyaman di sekolah,” terangnya.

Terkait hal itu, Raditya, 14, siswa kelas VIII mengaku sangat mendukung dengan kegiatan melukis kelas dan sekolah. Karena dengan hal itu, menjadikan sekolahnya berbeda dengan sekolah lain. “Biar nggak bosan juga, kan biasanya sekolahan nggak ada gambar-gambarnya,” ujarnya.

Remaja ini juga mengaku, dengan diberi kebebasan oleh sekolah untuk berekspresi, sehingga tak ada teman-temannya yang corat-coret sembarangan. Karena tangan jahil yang saat ini mulai tumbuh di anak-anak itu bisa disalurkan dengan mudah di sekolah. “Malah kemarin ada yang bikin gambar-gambar ini di lingkungan rumah juga,” pungkasnya. (Ifand/win)