Saturday, 07 December 2019

Gunakan Modus Matikan Listrik, Lima Pembobol ATM Ditangkap

Jumat, 28 Juni 2019 — 14:24 WIB
Lima pelaku pembobol ATM yang ditangkap.(toga)

Lima pelaku pembobol ATM yang ditangkap.(toga)

JAKARTA – Sebanyak lima tersangka pembobol ATM ditangkap oleh Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada 26 Juni 2019. Dua dari lima pelaku adalah wanita.

Kelima tersangka itu, yakni F alias Fredy, B alias Bokir, DF alias Adi, TH alias Dado, dan RY alias Nada, melakukan aksinya di enam lokasi berbeda di daerah Tangerang.

“Jadi ini sistemnya pelaku ini mengamati mesin ATM. Observasi beberapa mesin ATM di Tangerang, sehingga bisa dipetakan, mesin ATM sepi hari apa, jam berapa, dan  masyarakat sepi jam berapa,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

Setelah membaca situasi di lokasi ATM yang dituju, mereka kemudian menjalankan aksinya.

Namun, lanjutnya, tiap tersangka memiliki peran masing-masing. Tak hanya ada yang berperan mengamati situasi dan kondisi di sekitar lokasi ATM sasaran, tetapi ada pula yang mematikan listrik ATM dengan menggunakan remot. Di mana sebelumnya, saklar listrik diganti terlebih dahulu oleh tersangka.

“Jadi ada juga yang memasukkan kartu ATM dan juga mematikan listrik dan ada juga yang mengamati di luar mesin ATM. Ada juga yang jadi jockey atau supir,” kata Argo.

argo-toga                                                                                                                    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono (tengah) saat rilis kasus Curas dan penipuan di Polda Metro Jaya,                                                                Jakarta, Jumat (28/6/2019).(toga)   

“Tersangka ini membawa ATM kemudian dimasukkan ke dalam mesin ATM, setelah masuk, dia masukin pin, tulis masukkin uang berapa, (biasanya) tersangka ambil maksimal pengambilan uang. Kemudian kalau oke jumlah yang diambil, kan mesin bunyi ya, setelah bunyi, uang baru mau keluar, listrik dimatikan. Dimatiin listrik menggunakan remot. Otomatis uang nyangkut, terus dicongkel dengan kawat,” jelasnya.

Setelah mesin ATM mati, tersangka yang bertugas untuk mengambil uang pun mencongkel tempat keluarnya uang dengan menggunakan kawat. Begitu mendapat uang yang diinginkan, para tersangka ini langsung menghidupkan kembali listrik di sana. Tujuannya, agar kartu ATM dapat keluar kembali.

“Dimatikan agar mesin ATM mati dan saldo dalam rekening tidak berkurang, padahal uang sudah keluar. Setelah uang keluar, listrik (kembali) dinyalakan lagi, (agar) kartu ATM ya keluar lagi,” ungkap Argo.

Kelima tersangka ini melakukan aksinya tidak hanya di ATM milik Bank Negeri saja, namun juga milik swasta. Keuntungan yang berhasil diraupnya pun mencapai belasan juta rupiah. Kepada polisi mereka mengaku uang itu digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Sementara itu terkait modus operandi yang dilakukan, Argo menyebutkan kalau para tersangka tersebut mempelajarinya sendiri. “Belajar otodidak lah,” sambungnya.

Atas perbuatannya tersebut, kelima tersangka ini disangkakan dengan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun. (firda/tri)