Wednesday, 23 October 2019

PABBSI Mengharapkan Emas dari Lifter Windy di Sea Games 2019

Minggu, 30 Juni 2019 — 10:06 WIB
Lifter putri andalan Indonesia proyeksi SEA Games 2019, Windy Cantika Aisah.

Lifter putri andalan Indonesia proyeksi SEA Games 2019, Windy Cantika Aisah.

JAKARTA –  Demi memenuhi target juara umum pada SEA Games 2019 di Filipina, Tim Angkat Besi Indonesia minimal harus bisa meraih sedikitnya tiga medali emas.

Satu diantaranya diharapkan datang dari lifter putri Windy Cantika Aisah yang menunjukkan peningkatan selama menjalani tes progres di Pangkalan Marinir, Kwini, Jakarta Pusat dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan berat badan 49,45 kg, atau hanya lebih 0,45 kg dari bobot kelasnya, 49 kg putri, ia sukses membukukkan total angkatan 184 kg pada tes progres terakhir yang digelar Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Jumat (28/6) kemarin.

Total angkatan Itu bahkan lebih baik dari capaiannya saat mencatat rekor dunia remaja pada Kejuaraan Dunia Remaja di Sufa, Fiji, Awal Juni lalu.

Saat itu ia berhasil mencatat total angkatan 179 kg. Tidak heran jika Windy menjadi satu di antara para lifter yang diharapkan bisa menyumbang medali emas pada SEA Games 2019 mendatang. “Untuk medali di Olimpiade memang belum kami bebankan kepada Windy. Tapi, untuk emas SEA Games 2019, dia sudah bisa diberi target itu,” kata Wakil Ketua PB PABBSI, Joko Pramono kepada para awak media di Pangkalan Marinir, Kwini, Jakarta.

Joko menambahkan bahwa Windy kini punya waktu tersisa sekitar lima bulan jelang tampil di Filipina. Ia pun optimis medali emas sudah bisa diamankan oleh Windy.

“Karena ini kan cabang terukur dan lima bulan sudah cukup untuknya mencapai level emas. Kondisinya saat ini benar-benar harus dijaga agar tidak ada kendala saat ia turun nanti. Sebab Windy adalah harapan Indonesia di nomor putri,” lanjut mantan Komandan Korps Marinir TNI Angkatan Laut tersebut.

Meski berpeluang meraih medali emas, Windy tetap harus waspada. Sebab, juara dunia kelas 49 kg dari Thailand, yakni Thunya Sukcharoen kemungkinan juga bakal turun di SEA Games 2019. Ia mencetak total 186 kg pada Kejuaraan Dunia 2018 di Asghabat, Turkmenistan.

Untuk mengalahkan Sukcharoen, Windy harus terus meningkatkan torehannya. Selain Windy, dua emas lain juga diharapkan dari sektor putra, yakni lewat aksi Eko Yuli Irawan di 61 kg, Deni (67 kg), atau Triyatno (73 kg).

Jika harapan itu bisa terealisasi, maka target PB PABBSI membidik juara umum di SEA Games 2019 nanti semakin besar. Untuk itu Joko meminta agar para lifter bisa menjaga kondisi mereka sebelum turun di SEA Games 2019 yang akan digelar di Filipina pada 30 November – 10 Desember mendatang.

“Mulai saat ini, bobot lifter kami harus konsisten. SEA Games 2019 masih lima bulan memang, tapi risiko-risiko yang mungkin terjadi wajib diminimalisasi,” tuntasnya. (junius/tri)