Thursday, 21 November 2019

Indonesia Bidik Juara Umum pada ASG 2019

Rabu, 3 Juli 2019 — 23:44 WIB
Asdep Pembibitan dan Iptek Olahraga, Washington didampingi CdM Kontingen Indonesia ASEAN Schools Games 2019, Yayan Rubaeni, menjawab wartawan. (junius)

Asdep Pembibitan dan Iptek Olahraga, Washington didampingi CdM Kontingen Indonesia ASEAN Schools Games 2019, Yayan Rubaeni, menjawab wartawan. (junius)

JAKARTA – Indonesia ditargetkan bisa menjadi juara umum pada ASEAN Schools Games (ASG) 2019 yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah pada 18-24 Juli mendatang. Hal itu diungkapkan Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia ASEAN Schools Games 2019, Yayan Rubaeni kepada para awak media di Gedung PPITKON, Kemenpora.

Menurutnya, para atlet sudah melakukan pemusatan latihan di Semarang, yang sebelumnya juga berlatih ditempat masing-masing. “Indonesia menargetkan juara umum, dengan target 36-38 emas. Untuk merealisasikan hal tersebut, kontingen kita secara bertahap terus melakukan persiapan. Selama pelatnas, para atlet ASG diberikan program fisik, teknik, strategi, dan mental oleh tim pelatih,” kata Yayan disela-sela rapat koordinasi persiapan ASG, Rabu (3/7/2019).

Lebih lanjut, Yayan menyampaikan, pelaksanaan ASG 2019 juga bertujuan untuk meningkatkan program pembinaan pelaksanaan pendidikan jasmani dan olahraga. Kemudian, serta persahabatan dan solidaritas atlet-atlet muda. ASG 2019 akan mempertandingkan sembilan cabang olahraga (cabor). Rinciannya, atletik, renang, tenis, tenis meja, sepak takraw, bulu tangkis, bola voli, basket, dan pencak silat.

Adapun kontingen Indonesia berjumlah 250 orang, terdiri dari 183 atlet, 38 pelatih, 9 manajer, dan 20 ofisial. “Para atlet ASG Indonesia berasal dari SKO, PPLP, juga klub yang diusulkan oleh induk cabor dan masyarakat, dan ditetapkan oleh Bapopsi dan Kemenpora. Atlet-atlet muda terus kita bina. Dalam hal ini, kita juga berkoordinasi dengan seluruh stakeholder yang ada. Yang memperkuat ASG ini adalah atlet yang terbaik di usianya, dan tentunya itu ada proses seleksi,” lanjutnya.

Sementara itu, Asdep Pembibitan dan Iptek Olahraga, Washington, juga mengatakan hal yang sama. Kata dia, penyelenggaraan ASG ini juga saling berkoordinasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, Jawa Tengah.

“Tahun ini kita tuan rumah penyelenggaraan. ASG nantinya juga banyak edukasi, dan kita juga berkoordinasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah,” ungkapnya.

Selain itu, Venue terus dipersiapkan dengan sebaik mungkin. ASG kali ini juga lebih banyak meningkatkan solidaritas. Semua atlet datang dan pulangnya bareng. Adapun acara pembukaan bergengsi antara atlet muda Asia Tenggara ini akan dilaksanakan di Stadium Holy Terang Bangsa School Semarang. Sedangkan penutupan akan diadakan di pelataran Candi Borobudur. (junius/yp)