Wednesday, 23 October 2019

Sidang Tuntutan

Dua Kali tertunda, Kuasa Hukum: Semoga Kali Ini JPU Siap

Kamis, 4 Juli 2019 — 11:41 WIB
Terdakwa Joko Driyono. (firda)

Terdakwa Joko Driyono. (firda)

JAKARTA – Joko Driyono, terdakwa pengrusakan dan penghilangan barang bukti atas kasus dugaan pengaturan skor, hari ini Kamis (4/7/2019) akan mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan negeri Jakarta Selatan.

Sidang tuntutan terhadap Jokdri, sapaan akrab Joko Driyono, telah ditunda sebanyak dua kali. Menanggapi hal tersebut, Kuasa Hukum Jokdri, Mustofa Abidin, berharap JPU telah siap membacakan tuntutan untuk sang klien, karena sudah tertunda cukup lama.

“Harapannya hari ini sudah tidak ditunda lagi. Artinya, saya berharap JPU sudah membacakan menyampaikan tuntutannya di persidangan itu aja,” ujar Mustofa ketika dikonfirmasi poskotanews.com..

Menurutnya, jika JPU terus menunda pembacaan tuntutan tersebut, bukan tidak mungkin masa penahanan terhadap mantan Plt Ketua Umum PSSI akan habis. Sebab, masa penahanan Jokdri akan berakhir pada 24 Juli 2019. Sehingga sebelum 16 Juli 2019, persidangan sudah harus segera selesai.

“Itu kan resiko JPU kalau misalnya jangka waktu penahanan habis, dan tidak bisa diperpanjang lagi sehingga demi hukum terdakwa harus dikeluarkan dari tahanan,” serunya.

Sementara itu, ia mengaku kalau pihaknya sudah mempersiapkan nota pembelaan atau pledoi untuk sidang selanjutnya. Ia pun optimis dapat membuktikan kalau kliennya itu tidak terbukti bersalah.

“Apapun tuntutan jaksa nanti, yang jelas kami sudah siap dengan pembelaan atau pledoi kami,” kata Mustofa. “(Tetapi) Sampai saat ini kami masih tetap pendirian kami bahwa fakta-fakta persidangan dari lima dakwaan JPU sangat lemah sekali di buktikan di persidangan. Artinya, nanti kita sudah prediksi jaksa mengatakan mungkin salah satu pasal dilakukan oleh terdakwa, tapi dari kami akan kami ulas semua,” pungkasnya.

Diketahui, Jokdri tersandung kasus dugaan penghancuran barang bukti atas kasus pengaturan skor. Mantan Plt Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu didakwa dengan tiga pelanggaran, yakni melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 karena mengambil barang bukti, Pasal 235 juncto Pasal 231 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP, subsidiair Pasal 232 juncto Pasal 235 juncto Pasal 55 ayat (1) karena menghancurkan barang bukti, dan Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 karena menghalangi penyidikan. (firda/mb)