Wednesday, 20 November 2019

Jokdri Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Kamis, 4 Juli 2019 — 16:49 WIB
Joko Driyono alias Jokdri dalam sidang dengan agenda tuntutan oleh JPU di PN Jakarta Selatan. (firda)

Joko Driyono alias Jokdri dalam sidang dengan agenda tuntutan oleh JPU di PN Jakarta Selatan. (firda)

JAKARTA – Terdakwa pengrusakan dan penghilangan barang bukti, Joko Driyono, dituntut dua tahun enam bulan pidana penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Joko Driyono dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan dikurangi dengan masa penangkapan dan masa penahanan sementara yang telah dijalani oleh terdakwa,” ujar jaksa Sigit Hendradi.

Jaksa menilai terdakwa terbukti melanggar pasal 235 juncto pasal 233 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Namun terdakwa dinilai tidak terbukti melanggar Pasal 235 juncto Pasal 231 juncto Pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana, di mana pasal tersebut termasuk dalam dakwaan alternatif kedua primair dari JPU.

Adapun beberapa hal yang dianggap meringankan mantan Plt Ketua Umum PSSI tersebut dalam tuntutannya, yakni terdakwa mengakui perbutannya dan bersikap sopan. Sementara hal yang memperberat, yakni mempersulit penyidikan yang ditangani Satgas Anti Mafia Bola.

Diketahui, Jokdri tersandung kasus dugaan penghancuran barang bukti atas kasus pengaturan skor. Sidang akan dilanjutkan pada Kamis (11/7/2019), dengan agenda pembacaan surat pembelaan atau pledoi.

Sebelumnya, Mantan Plt Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu didakwa dengan tiga pelanggaran, yakni melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 karena mengambil barang bukti, Pasal 235 juncto Pasal 231 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP, subsidiair Pasal 232 juncto Pasal 235 juncto Pasal 55 ayat (1) karena menghancurkan barang bukti, dan Pasal 221 ayat (1) ke-2 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 karena menghalangi penyidikan. (firda/yp)