Tuesday, 19 November 2019

Diperiksa Soal ‘Ikan Asin’, Galih Minta Waktu Istirahat Lagi

Jumat, 5 Juli 2019 — 17:51 WIB
Galih Ginanjar saat tiba untuk diperiksa di Polda Metro Jaya. (firda)

Galih Ginanjar saat tiba untuk diperiksa di Polda Metro Jaya. (firda)

JAKARTA – Lagi-lagi Galih Ginanjar keluar dari ruang penyidik lantaran meminta waktu untuk beristirahat. Sama seperti sebelumnya, Galih enggan berkomentar perihal pemeriksaan yang tengah dijalaninya tersebut. Ia hanya mengatakan keluar dari ruang penyidik untuk beristirahat sekaligus melaksanakan sholat.

Sementara itu kuasa hukum Galih, Rihat Hutabarat, mengatakan liennya dicecar 10 pertanyaan oleh penyidik. Salah satu hal yang dipertanyakan adalah perihal pembuatan konten video di kanal milik Rey Utami dan Pablo Benua di YouTube. Dalam video itu Galih menyebut soal ‘bau ikan asin’.

“Sekilas mengenai pembuatan video vlog, kedua tentang masalah ikan asin. Baru dua itu saja,” ujar Rihat di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019).

Sebelumnya, Rihat menyebutkan penyidik menunjukkan video yang memuat pernyataan Galih perihal bau ikan asin di YouTube. “Tadi baru ada tiga pertanyaan masalah identitas. Selanjutnya nonton YouTube itu baru selesai nanti dilanjut setelah sholat jumat. Itu dulu ya,” kata Rihat.

Diketahui, hari ini penyidik mengagendakan klarifikasi terhadap Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua. Galih Ginanjar telah berada di Ditreskrimsus sejak pukul 10.50 WIB dan didampingi oleh empat kuasa hukumnya. Sedangkan Pablo dan Rey Utami meminta pemeriksaan dijadwalkan ulang pada Rabu (10/7/2019).

Pemeriksaan ini merupakan buntut dari laporan Fairuz A. Rafiq dan tim kuasa hukumnya pada Senin (1/7/2019). Dalam laporan tersebut, Fariuz melaporkan Galih Ginanjar, serta pemilik akun Rey Utami dan Pablo Benua ke Polda Metro Jaya, atas dugaan pencemaran nama baik melalui sosial media.

Laporan tersebut pun telah teregister dengan nomor laporan polisi LP/3914/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimus. Pasal yang dilaporkan Pasal 27 ayat (1) junto Pasal 45 ayat (1) atau Pasal 27 ayat (3) junto Pasal 45 ayat (1) UU RI nomer 11 tahun 2008 tentang ITE. (firda/yp)