Monday, 18 November 2019

Incar Juara Umum, Indonesia Andalkan Delapan Cabor di ASG 2019

Jumat, 5 Juli 2019 — 5:21 WIB
donesia siap menjadi tuan rumah dan juara umum ASG 2019 - ist

JAKARTA – ntuk bisa menjadi juara umum pada ASEAN School Games (ASG) 2019 di Semarang pada 18-24 Juli mendatang, Indonesia bakal mengandalkan delapan dari sembilan cabang olahraga (cabor) yang diperlombakan. Hal itu diungkapkan Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk ASG 2019, Yayan Rubaeni.

Pada ajang multievent tingkat pelajar se-Asia Tenggara kali ini, akan diperlombakan sebanyak sembilan cabor, yakni atletik, renang, tenis, tenis meja, sepak takraw, bulutangkis, bola voli, bola basket, dan pencak silat dengan total 117 nomor pertandingan. Dari sejumlah nomor tersebut, renang dan atletik dipatok bisa menyumbangkan lebih dari 60 persen medali emas. Selebihnya tumpuan medali diharapkan bisa datang dari bulutangkis, bola voli, basket, tenis, tenis meja, dan pencak silat.

“Demi target juara umum, kami mengandalkan delapan cabor untuk mengumpulkan sebanyak 36-38 medali emas. Untuk renang, diharapkan bisa meraih 12-14 emas, diikuti atletik (8-10 emas), bulutangkis (4 emas), pencak silat (6 emas), tenis (2 emas), dan satu emas masing-masing dari bola voli, basket, dan tenis meja,” jelas Yayan kepada para awak media disela-sela Rapat Koordinasi di PPIKON Kemenpora, Senayan, Jakarta, kemarin.

TARGET DIKURANGI

Khusus untuk renang, pihaknya semula mematok 18 medali emas. Namun aetelah berkoordinasi dengan pihak PRSI, akhirnya target dikurangi. Pasalnya, atlet andalan, Azzahra Permatahani tidak ikut serta karena dipersiapkan untuk Asian Junior yang memperebutkan poin FINA. Berbeda dengan atletik, dimana para atlet secara bersamaan juga dipersiapkan untuk SEA Games dan Olimpiade.

Meski optimis, menjadi juara umum, diakui Yayan bukan hal mudah. Apalagi peta kekuatan calon lawan belum terdeteksi dengan pasti. “Peta kekuatan belum kelihatan, karena di beberapa cabang tertentu kami belum melihat hasil dari kejuaraan terakhir. Tapi kami optimis target yang diberikan Menpora bisa tercapai, meski butuh kerja keras. Penetapan target medali sendiri melihat dari pengalaman ASG sebelumnya,” katanya.

Pada ASG edisi tahun lalu, Indonesia berhasil menjadi ‘runner-up’ dalam daftar perolehan medali dengan 32 emas. Tahun ini, Indonesia akan mengirim 183 atlet dari berbagai Sekolah Keolahragaan (SKO), Pusat Pendidikan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP), dan klub yang diusulkan oleh induk olahraga cabor, masyarakat, serta disetujui oleh BAPOPSI (Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia), dan Kemenpora. (junius/bu)