Thursday, 17 October 2019

Antisipasi Kekeringan, 2 Bendungan Raksasa di Banten Segera Dioperasikan

Sabtu, 6 Juli 2019 — 15:51 WIB
Presiden Jokowi meninjau  pembangunan  bendungan  Karian di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten,  Rabu (4/10/2017).(Ist)

Presiden Jokowi meninjau pembangunan bendungan Karian di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (4/10/2017).(Ist)

SERANG – Mengantisipasi terjadinya kekeringan yang mengancam sejumlah wilayah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten segera mengoperasikan dua bendungan raksasa. Kedua bendungan itu, Waduk Karian di Kabupaten Lebak dan Waduk Sindangheula di Kabupaten Serang itu, yang rencananya bisa dihidupkan pada 2020.

Kepala Biro Bina Infrastruktur dan SDA Setda Provinsi Banten, Nana Suryana menyatakan, pembangunan konstruksi untuk Waduk Karian saat ini sudah mencapai 70 persen.

Pembangunan Waduk Karian di Kabupaten Lebak membutuhkan lahan setidaknya seluas 2.226 hektare dengan daya tampung air mencapai 314,7 juta meter kubik, dan kapasitas efektif sebesar 207,5 juta meter kubik.

Bendungan itu ditarget bisa langsung beroperasi pada tahun depan. Rencananya, bendungan tersebut akan mengairi wilayah Lebak, Tangerang, dan Jakarta melalui Karian-Serpong Conveyance System (KSCS).

“Progres konstruksi fisik untuk Waduk Karian sudah 70 persen. Target kita, tahun 2020 sudah bisa impounding (pengisian awal bendungan) untuk pengairannya,” kata Nana kepada wartawan, kemarin.

Jika Waduk Karian sudah beroperasi, Nana mengatakan, salah satu program dari proyek strategis nasional (PSN) itu bisa efektif untuk mencegah musim kekeringan dan banjir di wilayah Banten. Khususnya, untuk wilayah Lebak dan Tangerang.

“Kalau sudah semuanya impounding, itu bisa untuk mengantisipasi banjir dan kekeringan selain buat lahan-lahan persawahan yah. Nanti kan, hulunya juga nyambung ke Sungai Ciujung. Itu juga buat pengendalian banjir di wilayah Serang,” tuturnya.

Satu bendungan raksasa lainnya di Banten yang siap dioperasikan pada 2020 adalah Waduk Sindangheula di Kabupaten Serang.

Progres pembangunan fisik untuk bendungan itu sudah tidak memiliki masalah apapun karena sudah mencapai 100 persen. Waduk ini menelan lahan seluas 155 hektare dan memiliki daya tampung efektif mencapai 8.993.826 meter kubik dengan luas area genangannya saat normal mencapai 129 hektar.

“Konstruksi fisik Waduk Sindangheula sudah 100 persen. Paling ada beberapa lahan yang belum terbayar, itu masih dalam tahap konsinyasi. Artinya, sesuai dengan peraturan, nanti tinggal di pengadilan saja penentuan harga lahannya,” tutur Nana.

Dia mengatakan, Waduk Sindangheula akan berfungsi untuk mengaliri sejumlah wilayah di Kabupaten/Kota Serang dan Kota Cilegon. Meskipun awalnya bendungan ini bisa ditarget beroperasi pada 2019, namun hal itu tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap rencana PSN.

“Target awalnya, sebetulnya 2019. Tapi, mungkin nanti selesainya 2020 lah bisa beroperasi. Sampai saat ini, pembangunannya sudah tidak masalah karena sudah 100 persen. Tinggal nunggu yang konsinyasi saja,” ujar Nana. (haryono/ys)