Friday, 18 October 2019

Kejagung Tangani Kasus Dugaan Penyidik KPK Salah Sita Aset

Sabtu, 6 Juli 2019 — 16:15 WIB
jaksa

JAKARTA – Kejaksaan Agung menyelidiki kasus dugaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) keliru melakukan penyitaan terhadap aset tersangka kasus korupsi bernilai triliunan rupiah berupa benda bergerak dan tidak bergerak.

Hal tersebut diungkapkan Jaksa Agung HM Prasetyo kepada wartawan. “Akan dikaji terlebih dahulu. Kalau memang bukti-buktinya kuat, ya nanti kita lihat,” kata Prasetyo, Jumat 5/7/2019).

Menurutnya adanya laporan dari masyarakat ke bidang Pidsus terkait adanya dugaan penyidik KPK keliru menyita aset yang tidak ada kaitan dengan perkara yang ditangani.

Pelapor tersebut merupakan dari Gerakan Penyelamat Harta Negara (GPHN) melaporkan dugaan terjadinya salah obyek dalam penyitaan aset kepada jajaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Dalam laporannya, Koordinator  Gerakan Penyelamat Harta Negara (GPHN) Madun Hariadi menyertakan sejumlah dokumen yang merupakan bukti adanya dugaan kesalahan dalam melakukan penyitaan aset yang berlokasi di wilayah Banten.

“Penyitaan aset itu tidak terkait dengan perkara pokok yang sedang ditangani,” kata Madun. Barang bukti sejumlah dokumen yang diserahkan itu merupakan dokumen hasil dari Pansus Angket DPR terhadap KPK.

Dia berharap Kejaksaan Agung khususnya Jampidsus segera menindaklanjuti kasus, sehingga kedepan KPK dapat bekerja sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa melakukan tindakan kesewenang-wenangan.

“Kami berharap Kejaksaan punya kewenangan mengusut kasus itu. Hal ini sangat penting dalam proses penegakkan hukum, terutama bagi penyidik KPK. Jangan sampai terjadi salah obyek dalam melakukan penyitaan aset,” katanya. (adji/ys)