Monday, 16 December 2019

Monyet Liar Gegerkan Warga Serang

Sabtu, 6 Juli 2019 — 17:15 WIB
Seekor monyet liar yang sempat membuat resah warga Serang, Banten, berhasil ditangkap. (haryono)

Seekor monyet liar yang sempat membuat resah warga Serang, Banten, berhasil ditangkap. (haryono)

SERANG – Seekor monyet liar yang sempat membuat resah warga Kampung/Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, berhasil ditangkap. Monyet tersebut masuk kandang jerat atau perangkap yang dipasang oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Jawa Barat Wilayah I Serang, Jumat (5/7/2019) sore.

Meski sudah tertangkap, warga masih merasa sedikit khawatir karena baru satu ekor monyet yang tertangkap. Sementara dua ekor lainnya masih berkeliaran di sekitar permukiman.

“Alhamdulillah, seekor sudah tertangkap, tapi masih ada dua ekor lagi. Semoga dua monyet lainnya segera tertangkap juga agar warga bisa melakukan aktivitas di sungai dengan aman,” kata seorang warga Deden Abdul Kodir.

Menurutnya, monyet yang tertangkap tersebut yang sering menyerang warga. Akan tetapi, berdasarkan pengakuan warga sekitar, monyet tersebut bukanlah yang paling besar.

“Yang tertangkap itu bukan yang paling besar. Tapi masih ada lagi, kalau kata warga yang melihat ada yang paling besar warnanya agak putih, itu kayak rajanya. Jadi kalau yang tertangkap ini masih di bawahnya. Tapi memang yang suka menyerang itu yang saat ini tertangkap,” ucapnya.

Kepala Resort Wilayah III BKSDA Serang Tuwuh Rahardianto Laban mengatakan, monyet ekor panjang yang tertangkap tersebut diperkirakan berusia sekitar lima sampai tujuh tahun. Dan terlihat monyet ini sangat agresif ketika didekati banyak orang.

” Monyet berjenis jantan ini diperkirakan berusia lima sampai tujuh tahun dan sangat agresif. Menurut warga juga monyet ini yang sering melakukan penyerangan terhadap anak-anak dan warga sekitar,” ujarnya.

Monyet tersebut akan menjalani pemeriksaan dokter hewan. Apabila dalam pemeriksaan monyet tersebut mengidap suatu penyakit maka akan dikarantina terlebih dahulu sebelum dilepasliarkan ke cagar alam Gunung Tukung Gede, Kampung Paninjauan, Kecamatan Gunung Sari, Kota Serang.

“Biasanya kami rawat dulu selama satu sampai dua minggu. Apabila hasilnya sehat dan sudah diimunisasi baru kami lepaskan. Tapi kalau sakit, itu dikarantina,” ujarnya.

Selanjutnya, BKSDA juga akan memasang kembali kandang jerat di tempat yang sama untuk menangkap dua ekor monyet lainnya. Berdasarkan laporan warga, lokasi perangkap tersebut merupakan jalan keluar masuknya monyet ekor panjang. (haryono/ys)