Wednesday, 23 October 2019

Sidang Praperadilan Perdana Hari Ini, Kivlan Zen Berencana Hadir

Senin, 8 Juli 2019 — 10:20 WIB
Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein saat di Mabes Polri. (yendhi)

Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein saat di Mabes Polri. (yendhi)

JAKARTA – Tersangka dugaan kepemilikan senjata api ilegal, Mayjen (Purn) Kivlan Zen, akan menjalani sidang praperadilan perdana, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta, Jalan Ampera Raya, Ragunan, Pasar Minggu, Senin (8/7/2019).

Rencananya, Kivlan akan hadir dalam persidangan tersebut. Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum Kivlan, Muhammad Yuntri.

“Diusahakan beliau sendiri akan hadir di persidangan,” ujar Yuntri ketika dikonfirmasi wartawan.

Kivlan melayangkan gugatan praperadilan pada 20 Juni 2019, namun gugatan tersebut ternyata sempat ia cabut pada 4 Juli 2019. Menurut Yuntri, pihaknya sedang mengusahakan agar pencabutan gugatan itu dapat dibatalkan.

“Tapi, lagi diusahakan untuk dibatalkan lagi pencabutan tersebut,” sambungnya.

(BacaKivlan Zen Resmi Ajukan Praperadilan)

Namun ditanyai perihal alasan pencabutan gugatan praperadilan itu, Yuntri enggan menjelaskan. Ia hanya menyebut bahwa kliennya akan hadir dalam persidangan hari ini dan dapat ditanyai langsung soal alasan pencabutan tersebut.

“Untuk alasan pencabutan itu bisa langsung ditanyakan kepada beliau, karena rencananya beliau mau hadir langsung pada hari ini di PN Jaksel dan telah diusahakan minta bantuan penyidik untuk menghadirkan beliau di persidangan,” jelas Yuntri.

Diketahui, Kivlan ditahan akibat kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Kivlan pun telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur. Polisi juga telah memperpanjang masa penahanan terhadap Kivlan hingga 40 hari kedepan.

(BacaJadi Tersangka, Kivlan Zen Siap Ajukan Praperadilan)

Padahal Kivlan dan tim kuasa hukumnya telah mengirimkan surat permohonan penangguhan penahanan kepada penyidik. Namun polisi tidak mengabulkan permohonan penangguhan tersebut dengan alasan, Kivlan tidak kooperatif dengan penyidik.

“Untuk Pak KZ, ada pertimbangan penyidik juga, baik secara obyektif maupun secara subyektif. Salah satunya ada hal yang tidak kooperatif menyangkut masalah pokok perkara yang saat ini sedang didalami oleh penyidik,” kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (21/6/2019).

Kasus dugaan kepemilikan senjata api yang menjerat Kivlan berkaitan dengan penetapan enam tersangka yang menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil Pilpres 2019, di Jakarta, pada 21-22 Mei 2019. Enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF. Salah satu tersangka merupakan sopir paruh waktu Kivlan. (firda/ys)