Tuesday, 12 November 2019

Kasus Bau Ikan Asin, Galih Ginanjar Akhirnya Jadi Tersangka

Kamis, 11 Juli 2019 — 10:11 WIB
Galih Ginanjar. (ist)

Galih Ginanjar. (ist)

JAKARTA – Artis Galih Ginanjar, ditetapkan  sebagai tersangka atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial.

Penetapan tersangka ini merupakan buntut dari pernyataan Galih soal  organ intim  mantan istrinya, Fairuz A. Rafiq bau ikan asin.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya tak hanya menetapkan Galih saja sebagai tersangka, namun juga dua terlapor lainnya, yakni Rey Utami dan Pablo Benua.

“Iya, Galih juga sudah (ditetapkan tersangka),” ujar Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan ketika dihubungi wartawan, Kamis (11/7/2019).

Penetapan tersangka ini tentunya dilakukan setelah penyidik memeriksa Galih dan melakukan gelar perkara atas kasus tersebut. Lebih lanjut Iwan mengatakan, pihaknya akan kembali memanggil Galih untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Saya belum tau kapan penyidik akan memanggil (Galih) atau menangkap,” terangnya.

Sebelumnya, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap Fairuz sebagai pelapor pada Rabu (3/7/2019). Galih Ginanjar  diperiksa penyidik pada Jumat (5/7/2019) sebagai saksi terlapor. Pemeriksaan terhadap Galih berlangsung cukup lama, yakni sekitar 13 jam. Laporan tersebut pun telah ditingkatkan statusnya ke penyidikan.

Kemudian penyidik memeriksa pemilik akun youtube Rey Utami dan Pablo Benua pada Rabu (10/7/2019). Di hari yang sama, penyidik juga memeriksa istri Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari.

Diketahui, Fairuz dan tim kuasa hukumnya melaporkan Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua ke Polda Metro Jaya perihal pernyataan Galih di akun youtube Rey Utami dan Pablo Benua, pada Senin (1/7/2019). Dalam konten youtube tersebut, Galih menyebut organ intim Fairuz bau ikan asin.

Adapun laporan itu tertuang dengan nomor laporan polisi LP/3914/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimus. Pasal yang dilaporkan Pasal 27 ayat (1) junto Pasal 45 ayat (1) atau Pasal 27 ayat (3) junto Pasal 45 ayat (1) UU RI nomer 11 tahun 2008 tentang ITE. (firda/tri)