Thursday, 17 October 2019

Pungutan Parkir Ganda di Pasar Perumnas Klender, YLKI: Itu Melanggar Perda

Kamis, 11 Juli 2019 — 20:37 WIB
parkiran di pasar Perumnas Klender yang dikeluhkan warga. (Ifand)

parkiran di pasar Perumnas Klender yang dikeluhkan warga. (Ifand)

JAKARTA – Masih adanya pungutan liar (pungli) yang diambil juru parkir di Pasar Perumnas Klender, Duren Sawit, dinilai Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), sebagai pelanggaran besar, sebab melanggar Peraturan Daerah (Perda) Perparkiran Jakarta, dan merugikan konsumen.

Sekretaris YLKI, Agus Suyatno mengatakan, tindakan yang dikeluhkan warga itu harus segera ditindaklanjuti dengan cepat. Pasalnya, pengelola pasar tidak bisa membiarkan hal ini terjadi, sebab konsumen sudah membayar parkir secara resmi.

“Ini melanggar Perda perparkiran dan merugikan konsumen sebagai pemakai fasilitas yang ada,” katanya, Kamis (11/7/2019).

Menurut Agus, munculnya pembayaran parkir ganda di pasar Perumnas Klender, karena 11 juru parkir yang ada juga mengutip. Ia pun mempertanyakan PT Jakpro Parking yang saat ini mengelola parkir di pasar tersebut, karena memperbolehkan mereka beroperasi. “Hal itu sudah melanggar, karena keberadaan mereka malah membebankan konsumen,” ujarnya.

Selain merugikan konsumen, kata Agus, keberadaan 11 juru parkir di Pasar Perumnas Klender juga merugikan Pemprov DKI. Pasalnya pungutan liar tak masuk dalam retribusi daerah yang jadi satu sumber pendapatan asli daerah guna membangun infrastruktur.

“Sesuai pergub, parkir itu kan ada di bahu jalan, dalam ruangan, pembagiannya jelas. Berapa persen masuk ke pemprov, berapa persen yang masuk ke pengelola parkir,” ujarnya.

Terkait alasan pengelola parkir Pasar Perumnas Klender yang tak sanggup mengaji 11 juru parkir, Agus menyesalkan hal itu. Karena ia menilai langkah yang dilakukan pengelola malah membebankan upah juru parkir kepada konsumen, yang sudah resmi membayar parkir.

“Kalau dibiarkan seperti itu namanya mereka hanya memungut biaya parkir dari konsumen, tapi tidak bertanggung jawab terhadap keamanan dan kenyamanan konsumen dalam parkir,” tuturnya.

Atas masalah ini, Agus menilai, pengelola parkir harus mempunyai tanggung jawab untuk memberikan satu kali tarif bagi konsumen. Bukan memberikan ada oknum-oknum tertentu yang kemudian memungut lagi seperti yang terjadi di pasar Perumnas Klender. “Dari keluhaj yang disampaikan warga, ini kan sesuatu yang tidak fair bagi konsumen,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pengunjung pasar Perumnas Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, mengeluhkan biaya parkir kendaraan di lokasi tersebut. Pasalnya, mereka diminta untuk membayar dua kali meski ditempat itu ada parkir resmi yang saat ini dikelola PT Jakpro Parking.

Keluhan itu pun, saat ini menjadi viral di media sosial dan menyita banyak perhatian. Dimana pesan yang ditulis itu berbunyi “Tolong ditindaklanjuti @DKIJakarta perihal oknum tukang parkir (Preman) di Pasar Perumnas Klender, masa Parkir Bayar 2 Kali. Padahal udah ada parkir resmi dengan tiket, tapi kenapa pas selesai parkir di dalam diminta uang parkir lagi dan pas keluar kasih tiket diminta lagi. (Ifand/win)