Thursday, 17 October 2019

Warga Berharap LRT Bekasi – Jakarta Segera Beroperasi

Kamis, 11 Juli 2019 — 19:11 WIB
LRT bekasi-Jakarta

BEKASI – Harapan warga Bekasi merasakan moda transportasi light rail transit (LRT), masih harus menunggu  dua tahun lagi,  Hal itu disampaikan pihak kontraktor, yakni Corporate Secretary PT Adhi Karya, Ki Syahgolang, Kamis (11/7/2019).

”Tahap pertama akan beroperasi tahun 2021, itu pun lintasan Cibubur-Cawang-Bekasi Timur,” ujar Ki Syahgolang, terkait rencana pengoperasian LRT tersebut.

Adapun transportasi berbasis rel ini terdiri atas tiga relasi, yakni Cawang-Cibubur, Cawang-Bekasi Timur, dan Cawang-Kuningan-Dukuh Atas. Mengutif situs LRT Jabodetabek persentase kemajuan pembangunan terlihat dari Lintas pelayanan 1 yang meliputi Cawang sampai Cibubur yang sudah mencapai 82,69 persen. Pada bulan lalu, progres konstruksi mencapai 81,69 persen.

Sejumlah warga Bekasi berharap, beroperasinya LRT ini mampu mengurangi kemacetan di jalan-jalan Bekasi dan Jakarta, “Sekarang macetnya parah banget, dengan LRT warga diiming-imingi akan nikmat memanfaatkan moda transportasi masal,” ujar Rohmat Kurniawan, 35, karyawan swasta, warga Tambun Selatan.

Rohmat, berharap pengoperasian LRT dapat dipercepat mengingat moda transportasi masal hanya ada dua saat ini, “Bis dan comutter line dan itu masih kurang kalau di jam sibuk,” jelas Rohmat, yang punya kantor di Cawang, Jakarta Timur.

Lain halnya dengan Revi Afkarifa, 18, mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jakarta, setiap hari dia harus berimpit-himpitan dengan penumpang comutter line, “Kalau sudah ada LRT, mudah-mudahan tidak lagi, terutama disaat jam sibuk,” kata Revi, yang tinnggal di Pekayon, Bekasi Selatan.

Progres 57,053 Persen

Menurut Corporate Secretary PT Adhi Karya, Ki Syahgolang, progres konstruksi lintas Cawang hingga Dukuh Atas pada bulan lalu mencapai 50,72 persen. Sedangkan bulan ini mencapai 51.902 persen.

Kemudian kemajuan pembangunan lintas Cawang sampai ke Bekasi Timur tercatat mencapai 57,053 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 56,01 persen.  “Pengerjaan kami target selesai Juli 2020. Lalu, perlu enam bulan uji coba sehingga beroperasi efektif di 2021,” ujar Ki Syahgolang.

Untuk diketahui, proyek infrastruktur transportasi ini diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 65 tahun 2016 Tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Dan Bekasi.

Anggaran pembangunan LRT Jabodebek yang dikerjakan PT Adhi Karya (Persero) Tbk tahap pertama sepanjang 44,43 kilometer ini mencapai Rp 22,82 triliun. Angka tersebut termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen.

Proyek ini bukan tidak ada hambatan, terutama dalam pembebasan lahan, beberapa bulan lalu sejumlah Warga di RW 06 dan 08, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi menggugat klaim kepemilikan lahan PT. Adhi Karya di wilayahnya, terkait proyek kereta ringan (LRT).

Lahan seluas 11 hektar, yang akan digunakan untuk depo LRT, digugat  ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) Jawa Barat. Kuasa hukum warga Jatimulya, Riano Osca,  mengklaim lahan di sana berdasarkan dokumen peraturan pemerintah nomor 3 tahun 1997 tentang penambahan penyertaan modal negara Republik Indonesia ke dalam modal saham perusahaan Perseroan (Persero) PT. Adhi Karya. “Peraturan ini kami anggap cacat demi hukum,” kata dia.

Alasannya, kata dia, pemerintah menetapkan lahan milik Kementerian Pekerjaan Umum berada di Desa Setiadarma, Tambun Selatan. Sedangkan, lahan yang diklaim milik Adhi Karya berada di Desa Jatimulya (sekarang Kelurahan Jatimulya).  (saban/win)