Tuesday, 22 October 2019

Ahli Waris Petugas KPPS yang Meninggal Mendapat Santunan

Jumat, 12 Juli 2019 — 17:44 WIB
Ahli waris petugas KPPS yang meninggal mendapat santunan. (saban)

Ahli waris petugas KPPS yang meninggal mendapat santunan. (saban)

BEKASI – Dua ahli waris petugas KPPS yang wafat dalam penyelengaraan Pemilu serentak 2019, Jumat (12/07/2019) mendapat santunan dari KPU. Sedangkan, tujuh lagi belum mendapat santunan kematian dari KPU Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Sampai dengan 4 Mei yang (tercatat) mendapatkan (santunan) sembilan orang, yang sudah cair ada dua orang atas nama Pak Jalahudin dan Pak Fransiskus Asisi Ismantara, tujuhnya belum,” kata Yunita Utami, Komisioner KPU Kota Bekasi, di Bekasi, Jumat 12 Juli 2019.

Dia menjelaskan, ahli waris petugas KPPS yang meninggal dunia dalam penyelenggara Pemilu serentak 2019 di Kota Bekasi mendapat santunan dari Pemprov Jawa Barat, Pemkot Bekasi dan KPU RI.

Teknis untuk menentukan penerima santunan disesuaikan dengan batas akhir waktu. Untuk Pemprov Jawa Barat sampai dengan 4 Mei 2019 dan KPU RI sampai dengan 10 Mei 2019 dan Pemkot Bekasi tanpa batas waktu.

“Kalau dari KPU RI sudah sepuluh – sepuluhnya (menerima), dari Pemkot Bekasi sudah semuanya mendapatkan, nggak ada batas waktu, Itu laporannya langsung dari masyarakat ke pemerintah daerah setempat tidak melalui KPU Kota Bekasi,” katanya.

“Kalau KPU Kota Bekasi hanya memfasilitasi berkas untuk santunan dari Pemprov dan juga KPU RI,” sambung Yunita.

Besaran bantuan yang diberikan juga beragam. Dari KPU RI Rp36 juta, dari Provinsi Rp50 juta dan Pemkot Bekasi Rp20 juta masing – masing. “Pemberiannya ditransfer langsung ke masing-masing nomor rekening ahli waris. Kalau Pemkot sudah dapat semua, yang menyerahkan waktu itu dari Pak Tri,” ucapnya. (saban/win)

Terbaru

Satpol PP Kecamatan Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Inbox
	x
Rachmi Siregar
	
Attachments7:39 PM (3 hours ago)
	
	
to harianposkota, me
TAMBORA (Pos Kota) - Jajaran Satpol Pamong Praja (PP) Kecamatan Tambora, Jakarta Barat sejak dua bulan terakhir menggenjot patroli wilayah dengan bersepeda.

"Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Barat, kami mentradisikan bike for work (sepeda untuk bekerja)," kata Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro saat pantauan wilayah bersama tim, Selasa (22/10/2019).

Selain mengoptimalkan monitoring wilayah lanjut Ivand, dengan bersepeda bertujuan memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Termasuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang sebagian besar disebabkan dari maraknya penggunaan kendaraan pribadi.

Menurut Ivand, patroli bersepeda dilaksanakan rutin setiap hari kecuali Sabtu. Di mulai dari pukul 08.00-11.00 WIB. Sedangkan, patroli sore mulai pukul 14.00-16.00 WIB. Sementara anggota satpol PP yang berpatroli berjumlah 4-6 personil. 

Patroli bersepeda difokuskan pada sterilisasi pedestrian atau trotoar jalan yang dipakai untuk berdagang. "Target kami adalah sterilisasi trotoar dari pedagang kaki lima, parkir liar, dan penempatan barang dagangan pemilik toko dan ruko," terangnya.

Saat tengah patroli bersepeda di ruas Jalan Tubagus Angke dan Jalan Prof. Latumenten, petugas gabungan satpol PP dan Satpel Sudin Perhubungan Kecamatan Tambora menderek satu mobil yang diparkir di bahu jalan. Serta mencabut pentil satu mobil lainnya, menghalau tujuh pedagang kaki-5 dan memberi sosialisasi kepada pedagang agar tidak berjualan di trotoar. (Rachmi)

Teks foto:
Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro bersama jajaran berpatroli ke wilayah dengan bersepeda. (Rachmi)
Rabu, 23/10/2019 — 2:25 WIB
Satpol PP Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Juru bicara KPK, Febri Diansyah.  (julian)
Selasa, 22/10/2019 — 22:31 WIB
KPK akan Hadapi Gugatan Praperadilan Imam Nahrowi
Arminsyah,  Wakil Jaksa Agung yang ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung.
Selasa, 22/10/2019 — 21:01 WIB
Jokowi Tunjuk Arminsyah Jadi Plt Jaksa Agung