Saturday, 07 December 2019

Jumlah Pencari Suaka di Penampungan Sementara Kalideres Terus Bertambah

Jumat, 12 Juli 2019 — 13:25 WIB
Pengungsi yang berasal dari negara-negara konflik seperti Somalia, Sudan, Yaman dan Afganistan, tersebut minta perhatian  United Nations High Commisioner for Refugees (UNHCR). (toga)

Pengungsi yang berasal dari negara-negara konflik seperti Somalia, Sudan, Yaman dan Afganistan, tersebut minta perhatian United Nations High Commisioner for Refugees (UNHCR). (toga)

JAKARTA  –  Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) DKI Jakarta, Irmansyah, menyampaikan jumlah pencari suaka di tempat penampungan sementara yang disiapkan Pemprov DKI di kawasan Kalideres, Jakarta Barat terus bertambah hingga 1.100 orang.

Seperti diketahui, Pemprov DKI telah memindahkan para pencari suaka yang tinggal di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Barat dengan alasan kemanusiaan.

“Semalem sampai saat saya pulang itu dan sudah dikroscek sama UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugeest) itu 998. Tapi kemudian bertambah terus hingga 1.100-an orang. Mereka datang pakai kendaraan sendiri, jam 10 jam 11 (malam) datang sendiri,” kata Irmansyah dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/7/2019).

Irmansyah menyampaikan, bahwa para pencari suaka yang berdatangan bukan dari Kebon Sirih melainkan tempat lain. Karena data yang pihaknya miliki jumlah pencari suaka di Kebon Sirih hanya sekitar 250 orang. Pihaknya pun tidak bisa mencegah karena sudah masuk ranah UNHCR.

“Ya kita nggak bisa antisipasi. Masa orang datang kita tolak. Ya seharusnya UNHCR yang aktif buat itu karena dia yang tahu pengungsi itu,” ucap dia.

Para pencari suaka akan ditanggung oleh Pemprov DKI selama tujuh hari di tempat yang telah disediakan. Termasuk makanan dan MCK. Langkah selanjutnya Pemprov DKI masih menunggu komunikasi antara pemerintah pusat dan UNHCR.

“Dikasih dong (makanan). Masa nggak dikasih. Karena kan kemanusiaan kan harus dikasih makan layaknya manusia, sehari dua kali makan. Paling tidak siang dan malam. Jadi kita buka dapur umum di Jakarta barat. Kita tampung selama tujuh hari,” ujar Irmansyah. (yendhi/mb)