Tuesday, 22 October 2019

Kasus Mutilasi Mayat Gosong Terungkap, Ada Asmara Terlarang Melatarbelakangi

Jumat, 12 Juli 2019 — 16:11 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SEMARANG – Kasus penemuan mayat gosong terpotong-potong di Banyumas berhasil diungkap polisi. Korban mutilasi yang mayatnya gosong dibakar adalah wanita 51 tahun asal Bandung, Jawa-Barat.

Pelakunya adalah DP (37), residivis asal Banjarnegara. Dia ditangkap di Purwokerto, Kamis (11/7/2019) malam.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun, Jum’at (12/7/2019), mengatakan antara korban dan pelaku terlibat hubungan gelap. “Padahal keduanya sama-sama punya keluarga, ungkap Kapolres.

Awal asmara terlarang ini, sambung Kapolres, tersangka mengenal wanita itu melalui media sosial Facebook. Untuk mengelabui korbannya, tersangka mengaku sebagai pelaut.

“Kebal belum lama, baru sekitar 2 bulanan, sejak sebelum lebaran kemarin, setelah tersangka keluar dari penjara karena kasus penculikan,” katanya.

Sebelumnya, warga Desa Watu Agung, Kecamatan Tambak, Banyumas, Jawa Tengah, pada 8 Juli 2019. Potongan tubuh gosong berupa tangan dan kepala ditemukan dalam gorong-gorong.

(Baca: Mayat Gosong Terpotong-potong Gegerkan Warga Banyumas)

Selanjutnya pada 12 Juli, warga Blora, Jawa Tengah, yang dikagetkan dengan temuan potongan tubuh gosong.

Sejak itu, polisi terus melakukan penyelidikan. Sejumlah kesamaan berupa tubuh termutilasi dan dalam keadaan gosong membuat polisi memerkirakan temuan potongan tubuh di tempat berbeda itu berasal dari jasad yang sama.b (suatmadji/yp)

Terbaru

Satpol PP Kecamatan Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Inbox
	x
Rachmi Siregar
	
Attachments7:39 PM (3 hours ago)
	
	
to harianposkota, me
TAMBORA (Pos Kota) - Jajaran Satpol Pamong Praja (PP) Kecamatan Tambora, Jakarta Barat sejak dua bulan terakhir menggenjot patroli wilayah dengan bersepeda.

"Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Barat, kami mentradisikan bike for work (sepeda untuk bekerja)," kata Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro saat pantauan wilayah bersama tim, Selasa (22/10/2019).

Selain mengoptimalkan monitoring wilayah lanjut Ivand, dengan bersepeda bertujuan memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Termasuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang sebagian besar disebabkan dari maraknya penggunaan kendaraan pribadi.

Menurut Ivand, patroli bersepeda dilaksanakan rutin setiap hari kecuali Sabtu. Di mulai dari pukul 08.00-11.00 WIB. Sedangkan, patroli sore mulai pukul 14.00-16.00 WIB. Sementara anggota satpol PP yang berpatroli berjumlah 4-6 personil. 

Patroli bersepeda difokuskan pada sterilisasi pedestrian atau trotoar jalan yang dipakai untuk berdagang. "Target kami adalah sterilisasi trotoar dari pedagang kaki lima, parkir liar, dan penempatan barang dagangan pemilik toko dan ruko," terangnya.

Saat tengah patroli bersepeda di ruas Jalan Tubagus Angke dan Jalan Prof. Latumenten, petugas gabungan satpol PP dan Satpel Sudin Perhubungan Kecamatan Tambora menderek satu mobil yang diparkir di bahu jalan. Serta mencabut pentil satu mobil lainnya, menghalau tujuh pedagang kaki-5 dan memberi sosialisasi kepada pedagang agar tidak berjualan di trotoar. (Rachmi)

Teks foto:
Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro bersama jajaran berpatroli ke wilayah dengan bersepeda. (Rachmi)
Rabu, 23/10/2019 — 2:25 WIB
Satpol PP Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Juru bicara KPK, Febri Diansyah.  (julian)
Selasa, 22/10/2019 — 22:31 WIB
KPK akan Hadapi Gugatan Praperadilan Imam Nahrowi
Arminsyah,  Wakil Jaksa Agung yang ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung.
Selasa, 22/10/2019 — 21:01 WIB
Jokowi Tunjuk Arminsyah Jadi Plt Jaksa Agung