Tuesday, 22 October 2019

“lkan Asin” Pada Mulut Ember Bisa Bikin Masuk Penjara Lho!

Jumat, 12 Juli 2019 — 5:20 WIB
gara-gara ikan asin

IKAN asin mendadak naik daun di medsos. Ketika dibicarakan Tengku Zul  Wasekjen MUI, Menteri Kelautan & Perikanan Susi Pujiastuti yang marah. Tapi giliran “ikan asin” dibicarakan artis Galih Ginanjar di Youtube, berujung dia bakal masuk penjara. Soalnya dia sebagai lelaki bermulut ember sih, masak soal “masa lalu” bekas istrinya diceritakan ke orang.

Meski sama-sama ikan asin tapi memang beda pengertiannya. Ikan asin yang bikin ribut antara Tengkuzul-Menteri Susi dalam arti sebenarnya, sedangkan ikan asin Galih Ginanjar sekedar kiasan, sehingga perlu tanda petik. Dan karena dirinya dianggap “ikan asin”, Fairus bekas istri Galih Ginanjar tidak terima dan lapor polisi.

Dalam twitternya Tengkuzul pernah menyindir Menteri Susi, bagaimana sih RI punya lautan yang demikian luas, kok ikan asin saja sampai impor. Menteri Susi pun menjawab, itu kejadiannya kapan dan taun berapa. Berdasarkan data BPS memang ada, tapi itu prosentasenya kecil sekali. Dan masalah selesai.

Tapi yang “ikan asin”-nya Galih Ginanjar memang keterlaluan. Sebagai lelaki kok dia bermulut ember, organ intim bekas istri kok dianggap ikan dan diceritakan ke Youtuber segala. Padahal hadits Nabi telah mengingatkan, “” Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di hari kiamat di sisi Allah adalah laki-laki yang menyetubuhi istrinya kemudian ia menceritakan rahasia istrinya.”  (HR. Muslim)

Mestinya Galih menyadari bahwa sebagai artis dirinya akan disorot publik dan jadi sumber gosip. Maka ngomong harus terukur, jangan asal bla bla bla…… Lebih-lebih sampai menceritakan kisah di balik kamar. Tentu saja Fairuz jadi tersinggung, dia malu pada keluarga juga malu pada suaminya sekarang.

Gara-gara mulut ember Galih akhirnya bermasalah dengan UU ITE. Setelah sempat diperiksa selama 13 jam hanya urusan “ikan asin”, kini dia ditangkap dan ditahan. Nah, saat diadili nanti dia akan kerepotan di persidangan. Meminjam istilah MK saat sidang sengketa Pilpres tempo hari, Galih bisa tidak membuktikan dalil-dalilnya, meski posita dan petitumnya lengkap?

Nyesel kan, gara-gara “ikan asin” karier keartisannya bisa ancurrrrr, dan tentunya berdampak akan rejekinya. Tapi pepatah mengatakan, pikir dulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna. – (gunarso ts)