Tuesday, 22 October 2019

Benih Lobster Senilai Rp48 Miliar Gagal Dikirim ke Jambi

Sabtu, 13 Juli 2019 — 2:46 WIB
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menunjukan barang bukti benih lobster yang akan diselundupkan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menunjukan barang bukti benih lobster yang akan diselundupkan.

LAMPUNG – Sebanyak 366.650 benih lobster senilai Rp48 miliar gagal dikirim ke Jambi. Petugas Direktorat Kriminal Khusus Polda Lampung dari dua lokasi di Bandarlampung, Jum’at (12/7/2019).

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad didampingi Kanit I Subdit 4 Tipiter Krimsus Polda Lampung AKP Ari Budianto saat konferensi pers mengatakan mendapat informasi pengiriman benih lobster dari masyaraka. Petugas pun mneindakanjuti info tersebut denngan mendatangi lokasi pengemasan benih lobster di Bakung.

“Sepuluh karyawan yang sedang melakukan pengepakan diamankan dari lokasi di Bakung. Ada 27.100 ekor lobster ukuran 1 cm dan 279 lobster pasir ukuran 0,9 cm yang diamankan,” ujarnya. “Lalu di Perumahan Nila Kandi Bumiwaras Bandar Lampung diamankan delapan karyawan yang sedang mengepak 70.000 lobster mutira. Jadi total jumlah seluruhnya 366.650 ekor benih lobster mutiara dan pasir dengan total kerugian Rp 48,2 miliar.”

Akibat perbuatan 18 tersangka ini mengakibatkan kerusakan sumber daya ikan sebagaimana dalam pasal 88 jo pasal 16 ayat 1 tentang pwrikanan dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara denda Rp 1,5 miliar.

“Para tersangka ini menyalahi aturan karena lobster yang boleh dijual ukuran 8 cm dengan berat 200 gram, sebagaiamana dalam Permen 56/2016 tentang larangan penangkapan lobster kepiting dan rajungan,” katanya.

Menurutnya, benih lobster ini dibawa Jakarta atas perintah Menteri Kelautan dan Perikanan barang sebagai barang bukti. (koesma/yp)