Friday, 06 December 2019

Jokowi: RAPBN 2020 Harus Dirancang untuk Mengurangi Kemiskinan

Senin, 15 Juli 2019 — 19:12 WIB
Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla saat memimpin rapat terbatas soal pagu indikatif anggaran tahun 2020 di Kantor Presiden, Jakarta (ist)

Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla saat memimpin rapat terbatas soal pagu indikatif anggaran tahun 2020 di Kantor Presiden, Jakarta (ist)

JAKARTA  – Presiden Jokowi mengingatkan agar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020  harus dibuat untuk dapat mengurangi kemiskinan.

“Program jaminan atau bantuan sosial lebih terarah dan menyasar pada kalangan yang benar-benar membutuhkan,” ucap Jokowi dalam pengarahannya pada rapat terbatas yang membahas  pagu indikatif anggaran tahun 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Jokowi menjelaskan RAPBN 2020 harus mampu mengurangi kemiskinan,  dan yang namanya Program Keluarga Harapan (PKH), dana desa, dan nantinya kartu sembako ini betul-betul bisa menyasar kepada merupakan yang membutuhkan, termasuk juga bantuan modal untuk pengusaha-pengusaha mikro.

Dalam  penggunaan anggaran di pemerintahan, kepala negara menegaskan bahwa segala yang berkaitan dengan hal tersebut harus dapat dijalankan seefisien mungkin, serta mendukung upaya reformasi birokrasi baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Untuk belanja pegawai, sekali lagi, semuanya harus dikaitkan dengan reformasi birokrasi baik di pusat dan di daerah. Gunakan anggaran seefisien mungkin, kurangi belanja-belanja yang kurang produktif, dan pastikan semuanya tepat sasaran,” tandasnya.

Presiden juga mengingatkan untuk mengantisipasi dinamika ekonomi global. Gejolak ekonomi global ke depan masih harus diwaspadai, ia berharap agar RAPBN tersebut dapat tetap memperkuat daya saing nasional sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.

Presiden juga minta prioritas pemanfaatan anggaran dalam RAPBN 2020  untuk lebih menyasar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penyerapannya pada dunia usaha yang juga mampu memberikan stimulus bagi peningkatan ekspor dan investasi.

Berkaitan dengan infrastruktur,  Jokowi minta lebih difokuskan kemudian disambungkan dengan kegiatan dan sentra-sentra produksi baik itu kawasan ekonomi khusus, kawasan-kawasan pariwisata, kawasan industri kecil, kawasan-kawasan produksi persawahan, kawasan produksi pertanian, perkebunan, dan juga perikanan serta sentra-sentra usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. (johara/win)